Tak Bayar Pajak, Reklame Akan Dibongkar

40

CIAMIS – Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Ciamis akan membongkar reklame-reklame yang tidak membayar pajak dan tak terdaftar di BPKD. Penindakan tersebut sebagai upaya untuk mengoptimalkan potensi pajak.

Kepala BPKD Kabupaten Ciamis Drs H M Soekiman menerangkan pada 2019, pemerintah terus mengoptimalkan pendapatan dari berbagai potensi pajak agar bisa mencapai target. Pada 2018, penarikan pajak berhasil melebihi target dengan capaian Rp 62,6 miliar atau 104 persen.

Maka dari itu, keberadaan Badega Pajak yang diisi berbagai instansi diharapkan bisa menarik pajak tahun ini melebihi target Rp 63,5 miliar.

“Kami mengimbau kepada wajib pajak untuk taat, baik rumah makan atau pemasangan reklame dan sebagainya harus taat pajak,” kata dia saat dihubungi Radar melalui sambungan telepon, Minggu (17/3).

Menurut Soekiman, tim Badega Pajak tengah fokus memantau potensi pajak restoran-restoran di Kabupaten Ciamis. Sejauh ini, potensi pajak belum ditarik secara optimal. Maka dari itu, pihaknya gencar melaksanakan pembinaan dan sosialisasi untuk mendorong kesadaran membayar pajak.

Dia menjelaskan, restoran wajib menambahkan 10 persen pajak dari setiap harga menu makanan yang dijual ke konsumen. Kendalanya, pihak pengelola takut konsumennya kabur karena harga makanan menjadi malah. Selain itu, beberapa pengelola restoran masih ada yang belum paham mengenai aturan tersebut.

“Itu yang menjadi kendala kami. Tapi kami terus-terusan melakukan sosialisasi, bahkan pengusaha restoran kami undang dan dikumpulkan,” ujar dia.

BPKD baru-baru ini telah mengumpulkan objek pajak di wilayah Kecamatan Kawali. Pihaknya, juga menyosialisasikan tentang pajak secara door to door.

Namun, upaya mengumpulkan objek pajak itu terkendala ketidak­hadiran para pengusaha. Dia berharap ke depan para pengusaha bisa hadir bila diundang oleh BPKD. “Pajak itu kan kewajiban semua orang,” tuturnya.

Tim Badega Pajak sendiri bertugas untuk memungut potensi pajak di Kabupaten Ciamis. Ada sekitar 11 potensi pajak di antaranya restoran dan reklame yang sedang dioptimalkan dan didata.

Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Penetapan dan Data Pajak Daerah BPKD Kabupaten Ciamis Asep Sulaeman SSTP MM mengakui penarikan potensi pajak belum optimal. Oleh karena itu, pihaknya akan berupaya untuk mengoptimalkan sumber-sumber pajak yang ada.

“Kami akan terus optimalisasi pendapatan di berbagai sektor agar 2019 bisa melebihi target yang kami harapkan,” ucapnya. (isr)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.