Tak Beradaptasi, Guru Bisa Tersisih

74
0
Syarif Hidayat Kepala Pusat Kajian Pendidikan Dasar UPI Tasikmalaya

TASIK – Terobosan sistem pendidikan untuk tahun 2020 ke depan dinilai bisa meningkatkan kualitas para pelajar. Namun demikian, perubahan ini juga menjadi ancaman bagi guru yang tidak mampu menyesuaikan diri.

Hal ini diungkapkan Kepala Pusat Kajian Pendidikan Dasar UPI Tasikmalaya Syarif Hidayat. Menurutnya, sistem pendidikan baru akan memberikan perubahan yang besar ke arah positif. “Karena yang dibangun adalah nalar dari siswa, bukan sekadar pengetahuan,” ungkapnya saat bersilaturahmi ke Graha Pena Radar Tasikmalaya, Jumat (27/12).

Pola pendidikan yang baru, kata dia, lebih menekankan guru untuk benar-benar membangun nalar anak supaya bisa berpikir secara logika. Seperti halnya Calistung (membaca, menulis, berhitung) yang dikesampingkan, karena yang perlu dilakukan adalah bagaimana siswa punya keinginan dan semangat untuk Calistung, bukan harus Calistung. “Tidak lagi guru itu menekankan murid harus membaca, tapi murid harus cinta membaca,” tuturnya.

Disinggung soal kompetensi para guru saat ini, dia mengemukakan permasalahan Uji Kompetensi Guru (UKG). Sejauh ini, hasil UKG para guru di Indonesia berada di bawah standar. “Hanya sebagian kecil yang nilainya di atas 5,” tuturnya.

Kondisi tersebut, jika dikorelasikan dengan pola pendidikan yang baru ini berpotensi akan membuat sebagian guru tersisih. Sebab hasil proses belajar siswa itu menjadi evaluasi kualitas guru. “Kalau tidak mampu, ya sunatullah secara otomatis tersisihkan,” katanya.

Maka dari itu, pola pendidikan ini harus dibarengi dengan peningkatan kompetensi guru yang digarap secara serius. Khususnya untuk para guru berstatus PNS. “Karena perubahan ini dilakukan oleh negara, jadi sudah kewajiban pemerintah untuk membina guru sampai benar-benar berkompeten,” tuturnya.

Dia punya harapan besar kualitas pendidikan di Indonesia, khususnya Kota Tasikmalaya menjadi lebih baik. Namun tetap akan ada berbagai konsekuensi yang harus dihadapi. “Kalau efek tentu ada, tapi memang itu yang harus dihadapi,” pungkasnya. (rga)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.