Tak Berhenti Terjang Rumah

81

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

CIAMIS – Memasuki musim hujan, bencana longsor dan rumah ambruk terus bermunculan di beberapa kecamatan, Jumat (9/11). Di antaranya Kecamatan Sindangkasih, Panumbangan, Cihaurbeuti, Banjarsari, dan Jatinagara.

Di Kecamatan Sindangkasih, tebing longsor merusak enam rumah dan satu musala di Dusun Cireong Desa Sukaresik sekitar pukul 15.00 serta tiga rumah di Dusun Wanasari RT 43/8 dan satu rumah di Dusun Cihideung 2 Desa Budiasi. Sedangkan di Dusun Cihideung 1 material tanah dari ketinggian 10 meter dan lebar 15 meter menutup jalan desa.

Tokoh masyarakat Dusun Cireong Dadang alias Kobra (42) menerangkan hujan lebat yang mengguyur berjam-jam telah melongsorkan tebing setinggi 10 meter dengan lebar tujuh meter. Longsor tersebut menerjang rumah milik Dendun (50), Sutarman (41), Oyo (50), Oyon (48), Oma (51) dan Emin (40) serta musala. Selain menimpa rumah dan musala, longsor juga menumbangkan pohon suren besar ke jaringan listrik. Rumah warga pun ada yang ditimpa pohon alpukat. “Beruntung tidak sampai ada korban jiwa. Hanya rumah rusak dan yang kena semua mengungsi ke rumah saudaranya. Karena hujan terus menerus dikhawatirkan terjadi longsor susulan,” ucapnya.

Di musim hujan ini, terang Kobra, arus Sungai Cireong juga sangat besar. Maka dari itu, warga yang berada di sekitar sungai tersebut harus waspada. “Kami khawatir terjadi luapan sungai,” paparnya.

Ketua Taruna Siaga Bencana (Tagan) Kabupaten Ciamis Ade Waluya menerangkan empat anggotanya sudah meluncur ke Desa Sukaresik. Mereka mengevakuasi pohon tumbang dan masyarakat.

Sementara itu, di Dusun Wanasari longsor menimpa rumah milik Maman (40), Agus (40) dan Syarif (45). Di Dusun Cihideung 2 menimpa rumah Iwan Kurniawan alias Kojong (34) dari ketinggian lima meter dan lebar enam meter.

Salah seorang korban longsor Maman (40) mengatakan rumahnya terkena longsor pada malam hari. Saat itu dia sedang tidur. Kaget merasakan ada getaran seperti gempa. Dia dan keluarganya langsung keluar rumah. Ketika dicek ternyata dinding bagian belakang jebol. Air bercampur lumpur masuk rumah. “Beruntung saya selamat beserta keluarga. Tidak sampai roboh rumah,” ucap Maman.

Di Kecamatan Cihaurbeuti, longsor dari ketinggian 10 meter dan lebar 35 meter merusak rumah Iin (40) dan Otih (39) serta mengancam tempat tinggal Lili (42) dan Ade Solihin (43) di Dusun Palasari RT 03 RW 09 Desa Sukahurip. Bahkan sepeda motor Lili tertimbun. Sedangkan di Kecamatan Panumbangan, material tanah dari ketinggian 10 meter dengan lebar tujuh meter jatuh menjebol rumah milik Hj Yoyoh (40) di Dusun Pamekaran RT 04 RW 02 Desa Payungagung.

Selain itu, kata Ade, pada Kamis (8/11), ada dua rumah ambruk. Pertama, milik Priatno (50) di Dusun Desa RT 18/05 Desa Ciulu Kecamatan Banjarsari. Kedua, milik Tini (51) di Dusun Sukawangun RT 17 RW 05 Desa Dayeuhluhur Kecamatan Jatinagara. “Sampai saat ini tidak ada korban jiwa. Semua selamat. Bahkan Jumat pagi anggota kami bersama warga melakukan evakuasi material tanah yang menimpa rumah dan jalan,” ungkap Ade.

Kepala Bidang Bantuan dan Perlindungan Sosial (Balinsos) Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Ciamis Wawan Setiawan SH menyatakan sudah memberikan bantuan sembako dan matras kepada korban longsor. “Kami cepat tanggap membantu korban. Namun kami juga sarankan kepada pihak desa juga cepat mengajukan laporan bila ada yang kena bencana alam,” jelas dia. (isr)

CALEG KITA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.