Tak Dapat Bansos, Warga Sambongjaya Kota Tasik untuk Makan Pinjam ke Bank Emok

324
1

TASIK – Dana bantuan sosial (bansos) Covid-19 yang ditunggu-tunggu itu akhirnya datang juga. Banyak warga yang pulang dengan tersenyum setelah mengantongi uang tunai Rp 1,8 juta tersebut.

Namun masih ada, sebagian warga di Kota Tasikmalaya yang tidak menerima bantuan dari pemerintah itu.

Seperti yang dialami, warga Jalan Cagak RT/RW 01/012 Kelurahan Sambongjaya, Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Asep Bambang Irawan (41).

Baca juga : Hindari Kecemasan Warga, 4 Pasien Corona Dirawat di RS SMC Tasikmalaya

Dia mengaku tak dapat bantuan apapun dari pemerintah. Ketika menanyakan kepada ketua RT, keluarganya sudah diajukan untuk menjadi penerima bansos. “Enggak pernah dapat bantuan apa-apa,” ujarnya kepada Radar, Minggu (19/7).

Keseharian Asep sendiri, yakni membuka jasa bengkel di rumahnya. Dalam kondisi normal, dia mengaku tidak masalah karena secara ekonomi terbilang cukup. “Saya enggak dapat

PKH (Program Keluarga Harapan) atau BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) enggak pernah mempermasalahkan, alhamdulillah dinilai warga mampu,” katanya.

Tetapi pasca pandemi Covid-19 terjadi, semua aktivitas usaha terkena dampaknya. Asep yang biasanya memperbaiki tiga sampai tujuh motor dalam sehari, kini pendapatannya menurun drastis.

“Sekarang ada yang perbaiki motor satu pun nggak dibayar langsung, karena mereka juga lagi enggak punya uang,” tuturnya.

Untuk itu, kata Asep, wajar jika dia menganggap pemerintah kurang adil dalam memberikan bantuan. Karena tetangga-tetangganya, yang menurutnya lebih mampu secara ekonomi pun menerima bantuan pemerintah.

“Bantuannya kan bukan untuk warga miskin tapi yang terdampak, nah saya juga ikut kena dampak tapi tidak dapat bantuan,” ujarnya.

Sebab, sambung Asep, tuntutan ekonomi keluarga tidak bisa ditunda. Dia sampai meminjam uang ke bank emok karena harus menyelesaikan administrasi di sekolah anaknya.

“Ya mau bagaimana lagi, kalau saya punya uang pasti enggak perlu pinjam (ke Bank Emok, Red),” katanya.

Tetangga Asep, Yani Suryani (60) pun mengakui hal serupa. Janda yang kesehariannya menjadi buruh serabutan itu tidak mendapat bantuan baik PKH, BPNT atau bantuan bagi warga terdampak Covid-19.

“Enggak pernah dapat, enggak tahu kenapa,” ujarnya kepada Radar.

Baca juga : HEBAT.. Dishub Kabupaten Tasik Bagikan 18.800 Nasi Bungkus per Hari

Yani saat ini menempati rumah hasil bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), yang menunjukkan bahwa dia merupakan warga dengan ekonomi kurang mampu. Dia mempunyai empat anak yang masing-masing sudah berkeluarga. “Dulu sama anak saya, sekarang sendirian,” tuturnya.

Untuk kebutuhan sehari-hari, tambah Yani, penghasilannya yang sedikit dipaksakan untuk cukup. Asal bisa makan, dia sudah sangat bersyukur. “Ya makan seadanya saja, biasa beli tahu dan tempe di warung,” pungkasnya. (rga)

Loading...
loading...

1 KOMENTAR

  1. Sayah DENI JAELANI alamat sukamaju rt/rw 003/004,kelurahan sukamenak kecamatan purbaratu.saya jg ada kecemburuan sosial…tetangga2 dapat bantuan.bahkan ber kali2 terus dapat.nah saya/istri sayah sampai saat ini belum pernah dn tidak sama sekali minimal satu bantuan pun ga tembus.sayah sbagai warga negara indonesia seperti tida d anggap sebagai warganya.sayah pekerja buruh harian lepas/buruh bangunan.sangat kecewa.v yg dapat bantuan orang2 yg mampu yg pada dapat.tolong d perhatikan orang2 kecil…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.