Tak Hanya Disiksa, TKW Sukabumi pun Alami Pelecehan Seksual

54
Layung Sari seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Kampung Sindanghayu RT 6/3, Desa Wanasari, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi diduga menjadi korban kekerasan oleh majikannya di Riyadh, Saudi Arabia.

SUKABUMI – Kabar adanya Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi yang mendapat penyiksaan di Riyadh, Saudi Arabia, ternyata tidak hanya kekerasa fisik saja.

Informasi yang dihimpun Radar Sukabumi (Grup Pojokjabar), korban yang diketahui bernama LS (25) ini, juga mengalami pelecehan seksual.

“Setelah diselidiki, ternyata korban ini selain mengalami penganiayaan, juga telah mengalami pelecehan seksual yang dilakukan oleh seorang warga Negara Mesir. Kami sudah melaporkan mengenai hal ini kepada pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh,” jelas Kepala Seksi Penyediaan dan Penempatan Tenaga Kerja Dalam dan Luar Negeri di Disnakertrans Kabupaten Sukabumi, Tatang Arifin saat dihubungi Radar Sukabumi melalui telepon selulernya, Rabu (28/11/2018).

Berdasarkan keterangan yang disampaikan KBRI Riyadh pada Kamis 26 April 2018 lalu, korban telah mengalami penyekapan selama tiga bulan yang dilakukan oleh seorang warga Negara Mesir bernama Ahmad.

“Selama berada dibawah pengawasan Ahmad, korban telah dipekerjakan dan disewa- sewakan secara illegal diperumahan perorangan,” bebernya.

Selain dipekerjakan secara illegal, korban sering mengalami pelecehan seksual. Bahkan mendapatkan perlakuan tindakan kriminal berupa penyiksaan. Sehingga, berbekas pada sekujur tubuhnya.

“Korban ini tidak bisa melakukan perlawanan dan melarikan diri dari tempat penyekapannya (rumah sewaan Ahmad, red). Selama satu minggu, pihak KBRI telah melakukan pelacakan dan penelusuran keberadaan LS. Namun, belum mendapatkan hasil karena tidak mengetahui biodata lengkap Ahmad,” imbuhnya.

Setelah itu, pihak KBRI Riyadh meminta bantuan kepada Kepala Kantor Polisi Provinsi Riyadh untuk segera menindaklanjuti kebeneran laporan tersebut.

Diantaranya, menyelamatkan korban penganiayaan dan menyelesaikan kasusnya serta menuntut ganti rugi sebelum proses pemulangan ke Indonesia.

“Namun, sampai saat ini korban belum diketahui keberadaannya. Korban ini, sulit dilacak. Lantaran, ia telah berangkat bekerja ke Riyadh menggunakan jalur illegal. Bahkan, ia menggunakan visa kunjungan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Disnakertrans Kabupaten Sukabumi mengklaim bahwa keberangkatan LS melalui jalur ilegal. Soalnya, sampai saat ini pihaknya belum mendapatkan informasi secara tertulis soal data pihak perusahaan yang telah memberangkatkan korban untuk bekerja ke negara timur tengah tersebut. (radar sukabumi/den)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.