Tak Juga Bubar, Polisi Terus Sisir Massa Hingga Tanah Abang, Sembunyi di Masjid

61
0

JAKARTA – Aparat terus berupaya membubarkan massa yang terus bertahan di jalanan.

Padahal waktu aksi unjuk rasa sudah seharusnya habis sejak pukul 18.00 WIB, Selasa (22/5/2019).

Namun seolah kebablasan dengan toleransi yang diberikan, massa tak mau juga membubarkan diri.

Sebagian mereka malah melawan dengan melemparkan petasan.

Aparat pun mendesak mereka hingga ke kawasan Tanah Abang. Bahkan ada massa yang berada di Masjid pun seperti yang ramai di media sosial tak luput dari tembakan gas air mata.

Dengan sangat berhati-hati, aparat terus menyisir kawasan tersebut meski terus mendapat perlawanan.

Hingga pukul 02.00 WIB, Rabu (22/5/2019), sekelompok massa masih terus melakukan perlawanan.

Tembakan gas air mata pun berkali-kali ditembakkan aparat.

Sebelumnya aparat kepolisian akhirnya memburu para demonstran yang bertahan di depan Gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI, Jakarta Pusat, Selasa (21/5) sekitar pukul 22.00.

Ratusan anggota Brimob turun ke Jalan Thamrin memukul mundur para demonstran yang bertahan.

Awalnya polisi sudah mengimbau kepada massa agar kembali ke rumah masing-masing. Saat itu, sebagian besar massa pulang, tetapi sebagian lainnya bertahan.

Massa yang bertahan terus berdiri di depan pagar kawat berduri yang dipasang polisi. Mereka meneriakkan yel-yel kepada aparat kepolisian.

“Pak polisi, pak polisi, pak polisi jangan berkompetisi. Pak polisi, pak polisi harusnya mengayomi,” teriak massa menyoraki anggota Brimob itu.

Meski begitu, massa tidak melulu meneriakkan yel-yel tersebut. Massa biasanya berdiam melihat aparat Brimob yang berjaga di depan mereka.
Ketika ada gelagat dari anggota Brimob yang berlebihan, massa kembali berteriak.

Saat itu pula, kendaraan water canon disiagakan di depan para demonstran.

Massa sempat membubarkan barisan, tetapi sebagian lainnya berteriak agar tetap bertahan. (sta/jpnn/pojoksatu)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.