Ade: Banyak Pilihandi Pilkada Bagus

Tak Larang Birokrat Nyalon

121
0
H Ade Sugianto

TASIK – Suhu politik menjelang Pilkada Tasikmalaya Tahun 2020 makin menghangat. Partai politik maupun kandidat bakal calon terus bermunculan. Salah satunya dari kalangan birokrat di Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya pun ikut ramai didorong maju di pesta demokrasi tersebut.

Menanggapi hal itu, Bupati Tasikmalaya H Ade Sugianto menegaskan tidak melarang birokrat atau pegawai di lingkungan Pemkab ikut berkontestasi di Pilkada 2020.

”Jadi begini, salah satu keberhasilan kita melaksanakan demokrasi adalah banyak kader, ada banyak pilihan lebih bagus,” ujar Ade yang diwawancarai Radar ketika menghadiri acara silaturahmi di Gedung Islamic Center, Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (25/6).

Artinya, kata Ade, tidak ada larangan bagi birokrat atau siapapun maju mencalonkan diri menjadi calon kepala daerah di Pilkada 2020. ”Enggak ada larangan (birokrat maju di Pilkada, Red), undang-undang sudah menegaskan itu. Yang dilarang itu TNI dan Polri aktif. Silahkan artikan saja,” ungkap Ade.

Saat ditanya soal namanya masuk bursa calon bupati dari Partai Golkar? Ade mengaku itu merupakan hak partai politik dalam menjalankan mekanisme partai. ”Ya, enggak saya tanggapilah, itu hak mereka karena kewajiban partai salah satunya mempersiapkan kader. Mudah-mudahan saja lebih baik,” papar Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tasikmalaya itu.

Radar pun kembali menanyakan kesiapannya maju di Pilkada 2020? Dengan tegas Ade menjawab dirinya masih fokus menuntaskan pekerjaannya sebagai Bupati Tasikmalaya. ”Enggak lah (belum terpikir maju, Red) kerja saya masih banyak. Saya fokus dulu kerja,” tegas Ade.

Sebelumnya kepada Radar, Ade mengatakan belum memikirkan konstalasi menuju Pilkada Tasikmalaya Tahun 2020. Menurut orang nomor satu di Kota Seribu Pesantren tersebut, dirinya masih sangat fokus menyelesaikan “warisan” dari bupati terdahulu H Uu Ruzhanul Ulum. ”

“Sekarang enggak dulu (bahas Pilkada, Red), pertama belum ada keputusan partai. Yang kedua saya masih kerja (menjabat bupati, Red),” ujarnya yang ditemui Radar usai mengikuti apel pergeseran pasukan operasi ketupat lodaya di Mako Polres Tasikmalaya, Kamis (13/6).

Sebagai petahana, Ade mengaku belum berpikir jauh soal Pilkada 2020. Karena masih banyak pekerjaan yang harus dikerjakan dan diselesaikan di sisa masa pemerintahan yang kurang dari setahun tersebut. “Ada pekerjaan, warisan yang harus saya selesaikan dan saya fokus di sini (bekerja di pemerintahan, Red) dulu,” tegas Ade.

Ketika ditanya banyak pihak yang memprediksi dirinya kembali maju sebagai kandidat bakal calon bupati di Pilkada 2020? Ade menjawab wajar. Karena penilaian tersebut merupakan dinamika politik. ”Ya kita hormati dan hargai pendapat orang lain, yang pasti saya fokus menuntaskan pekerjaan saat ini,” paparnya.

Pun ketika ditanya apakah dirinya sudah melakukan komunikasi politik dengan parpol lain di Pilkada 2020? Ade menegaskan belum melakukannya. Sebab tahapan Pilkada masih cukup lama. ”Belum, saya belum membuka ruang itu (membahas Pilkada, Red),” tuturnya.

Seperti diketahui, pada Pileg 2019 raihan kursi PDI Perjuangan Kabupaten Tasikmalaya mengalami penurunan yang awalnya 8 kursi di Pileg 2014 kini menjadi 7 kursi. Sedangkan syarat untuk mencalonkan sebagai bakal calon bupati membutuhkan 10 kursi di DPRD.

Terpisah, Ketua PCNU Kabupaten Tasikmalaya KH Atam Rustam MPd mengaku berterima kasih soal namanya masuk bursa kandidat yang disurvei Partai Golkar.”Itu merupakan kewenangan dari partai politik, sah-sah saja. Saya pribadi ucapkan terima kasih atas kepercayaannya,” kata KH Atam.

KH Atam mendoakan langkah survei yang dilakukan Golkar, bisa meraih hasil dan mendapatkan pimpinan di Kabupaten Tasikmalaya yang baik dan mampu diterima masyarakat. ”Tetapi saat ini, saya belum terpikir mencalonkan diri jadi bupati, biar mengalir saja,” tandasnya. (dik)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.