Bila Pemindahan Tugu Adipura Batal Dilaksanakan Pemkot

Tak Masalah Jadi Silpa

5

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

CIHIDEUNG – Anggaran sekitar Rp 200 juta untuk pemindahan Tugu Adipura bisa masuk ke Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) bila Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya tidak jadi memindahkan tugu bersejarah itu demi mencegah gejolak publik.

Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya Muslim mengatakan anggaran sekitar Rp 200 juta itu sudah disepakati oleh DPRD untuk penataan Tugu Adipura. Namun, di lapangan banyak masyarakat dari berbagai kalangan yang pro-kontra terhadap pemindahan tugu tersebut.

Saat ini ada dua saran yang bisa dikaji pemkot. Pertama, Tugu Adipura itu hanya digeser dari tempat sekarang ke titik yang masih berada di kawasan Masjid Agung-Taman Kota (Tamkot). Misalnya ke area batu andesit. Saran kedua ke Simpang Padayungan sebagaimana yang sudah direncanakan pemkot sejak awal. “Memang dari sisi teknis lalu lintas, semua yang namanya bundaran di Kota Tasik itu tidak sesuai dengan penataan yang diamanatkan aturan lalu lintas. Memang dulu saat tidak ada taman tidak mengganggu. Kalau sekarang bisa dibilang menghalangi (Tugu Adipura, Red),” terang politisi PDIP itu.

Namun demikian, Muslim menyarankan pemkot untuk membuka ruang dis­kusi dan musyawarah de­ngan masyarakat sebelum merea­lisasikan pemindahan tugu yang dibangun di era Bupati Tasikmalaya Kolonel Inf H Adang Roosman itu. “Memang seharusnya banyak pemikiran yang berbeda, baik yang tahu sejarah tugu dan yang lainnya memang harus ada musyawarah dahulu,” kata Muslim.

Menurutnya, pemkot masih ada waktu untuk berembuk dengan para tokoh demi menghindari gejolak pro kontra yang saat ini terjadi. Perlu ada forum duduk bersama, baik Bappelitbangda, Dishub, Perwaskim, pakar sejarah maupun ahli lalu lintas untuk menuangkan ide-ide mengenai wacana pemindahan tugu. “Diwadahi dahulu biar ada titik temu. Kemungkinan realisasi bulan Oktober, nanti ada evaluasi gubernur. Bisa saja berubah. Jadi bisa dibuat forum tersebut. Kalau nantinya terpaksa di-Silpa-kan ya tidak apa-apa,” papar dia.

Ketua Komisi III DPRD Kota Tasikmalaya Heri Ahmadi juga menyarankan pemkot untuk terlebih dahulu musyawarah sebelum pemindahan dilakukan. “Setelah diketuk anggaran bisa saja kemudian kegiatan tidak terlaksana. Perlu diperhatikan gejolak di masyarakat, pemerintah harus mengakomodir aspirasi masyarakat. Jangan sampai keluar opini publik, pemindahan untuk menghabiskan anggaran,” tegasnya.

Politisi PKS itu menilai penggeseran tugu ke area andesit lebih tepat dalam mengakomodir semua kepentingan. Baik pemkot yang hendak melakukan penataan kota dan memberi keleluasaan jalan, maupun keinginan pihak yang mempertahankan tugu tetap di kawasan Masjid Agung. “Ya kita kan sudah sarankan digeser saja, supaya semua kepentingan terakomodir. Kalau Pemkot punya opsi lain sebagai win-win solution silakan yang penting tidak terjadi gejolak,” katanya.

“Pertama kalau dipindahkan jangan terlalu jauh atau direhab. Tapi kalau direhab dengan anggaran Rp 200 juta, belum jelas yang terpakai berapa daripada tanggung dan jadi jelek jadi harus matang. Kalau mau direhab dan digeser tugu nantinya harus lebih baik dan bagus dari yang sekarang. Jangan direhab tapi kondisi tugu lebih jelek karena alasan budget yang sedikit seperti yang sudah-sudah,” terang Heri.

Beda halnya dengan sesepuh Kota Tasikmalaya R H Djadja Winatakusumah. Menurutnya, kebijakan pemindahan tugu merupakan hak dari pemangku kebijakan yang ingin menata kota lebih baik. Mengingat kondisi saat ini memang dipandang kurang tepat bila tugu masih berlokasi di area tersebut. “Tak perlu musyawarah. Sudah saja itu kewenangan pemkot dan tentu berdasarkan pertimbangan. Kalau bisa sekalian ditata PKL dan kendaraan atau hal lain yang menjadi kendala ketertiban di sana,” terang tokoh berusia 82 tahun ini.

Dari segi historis, kata dia, pemindahan Tugu Adipura bisa dilakukan asal tidak keluar dari tiga wilayah kecamatan. Di antaranya Kecamatan Cihideung, Cipedes dan Tawang. “Pemindahan bisa dilakukan asal jangan keluar dari tiga wilayah kecamatan tersebut, karena pada saat Adipura diraih kota administratif hanya tiga kecamatan,” jelasnya. (igi)

CALEG KITA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.