Tak Menikah, Lansia Menua di Musala

43
0

TAMANSARI – Seorang pria lanjut usia (lansia) bernama Hamim menghuni sebuah musala di Kampung Babakan RT/RW 04/03 Kelurahan Tamanjaya Kecamatan Tamansari.

Ketika datang ke lokasi Jumat malam (14/12), kawasan musala tersebut tampak gelap. Nyaris tak terlihat dari tepian situ.

Sampai di musala, suara berdeham terdengar. Menandakan ada seseorang di dalamnya. Ketika pintu diketuk sembari mengucap salam, seorang pria pun membukakan pintu.

Di musala tersebut terdapat beberapa sarung layaknya tempat salat. Ada juga empat botol besar air untuk Hamim minum. Kulit Hamim sudah menampakkan keriput dengan rambut yang beruban. Pembicaraannya sudah sulit dimengerti. Karena suaranya terdengar berat dan tidak jelas.

Dari obrolan dengan Hamim, beberapa hal yang bisa tertangkap. Dia sudah sekitar dua bulan tinggal di musala tersebut. Untuk makan dan minum dia mengandalkan pemberian dari warga. “Saaya-aya we (seadanya saja),” ungkapnya.

Hamim mengaku belum pernah menikah sehingga tidak memiliki keluarga. Begitu juga tempat tinggal. Ketika ditanya tempat tinggalnya sebelum di musala itu, suara Hamim tidak jelas. “Aya dua (ada dua saudara),” jawab dia saat ditanya tentang keluarga dan kerabat.

Ketua RT setempat, Jejen mengatakan bahwa keberadaan Hamim di musala bukan berarti dia lansia telantar. Pasalnya, dia masih memiliki saudara yang sering memberinya makan. “Masih ada saudara, suka dikasih makan sama saudaranya,” terangnya.

Dikatakan Jejen, saudaranya pun sering mengajaknya untuk tinggal di rumah mereka. Tapi Hamim tidak mau. Dia pun tidak mengetahui jika Hamim menempati musala tersebut hingga malam hari. “Hanya siang saja di sana, kalau malam tidak,” kata dia. (rga)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.