Tak Paham PSBB, Warga Kota Tasik Malah Borong & Nyetok Sembako

1467
0

TASIK – Pemerintah Kota Tasikmalaya akan memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Rabu (6/5). Namun sebagian masyarakat di Kota Resik ini belum memahami apa dan bagaimana bentuk riil dari PSBB tersebut.

“Sudah dengar katanya Kota Tasik mau PSBB, tiga kecamatan akan dibatasi katanya. Nah itu bentuk pembatasannya bagaimana ya, apakah jalan ditutup, toko-toko ditutup dan warga jangan keluar rumah atau seperti apa,” kata Jajang Nurmayadi (48), warga Kalangsari Kecamatan Cipedes, Senin (4/5).

Baca juga : Proyek Beli Sarung Rp2,7 M Dibatalkan Pemkab Tasik, Digeser Penanganan Covid-19

Nani Hardianti (44), warga Sukamaju Kidul Kecamatan Indihiang mengaku belum memahami secara eksplisit berkenaan penerapan PSBB di Kota Tasikmalaya.

Berkaca dari daerah lain, ia menilai PSBB merupakan langkah menutup aktivitas masyarakat yang mengundang keramaian misalnya pertokoan dan lain sebagainya.

“Nah di kita bagaimana, apa supermarket pada ditutup? Sebab, kemarin tetangga juga sudah menyetok cadangan bahan pokok katanya karena mau PSBB,” ucapnya.

Asep Kurniawan (30), warga Kelurahan Mangkubumi menuturkan hal serupa. Beberapa informasi di media sosial mengatakan Pemkot akan menyekat tiga kecamatan saja.

Di sisi lain, PSBB sendiri diberlakukan di seluruh wilayah kota. “Jadi yang dibatasi itu di tiga kecamatan saja, atau satu kota. Kita beraktivitas harus seperti apa, misalnya ketika hendak ke pusat kota mengurus kaitan perbankan atau lainnya gimana,” katanya.

Berbeda dengan Abdul Malik (45), pedagang di Pasar Cikurubuk itu mengaku adanya rencana pembatasan jam operasional, teknisnya seperti apa.

Ketika pembeli masih sepi, tentunya pedagang harus bersabar memperpanjang waktu jualan supaya kebutuhan sehari-hari dapat terpenuhi.

“Kita memang terasa betul dampak Covid-19 ini. Kalau saya memilih jualan saja, ketika ada petugas meminta berhenti ya mau bagaimana. Kalau tidak ada, ya kita juga harus menutup kebutuhan dengan berjualan,” keluhnya.

Dadang Hadiana (53), pedagang keliling mengaku resah ketika PSBB akan diberlakukan.

Informasi yang ia terima, PSBB merupakan langkah pemerintah menanggulangi penyebaran Covid-19 dengan menghentikan sejumlah aktivitas usaha.

“Saya tahunya usaha dan perekonomian dihentikan. Kalau lihat di televisi itu daerah Bandung misalnya pusat pertokoan sampai tutup. Nah, sekarang saja sudah susah mengais rezeki, saya pilih tetap usaha daripada diam di rumah,” kata dia.

Sebelumnya, Sekda Kota Tasikmalaya Drs H Ivan Dicksan mengatakan Kota Tasikmalaya sudah menyiapkan teknis pelaksanaan PSBB.

Sehingga tanggal 6 Mei nanti, PSBB sudah bisa dilaksanakan di Kota Resik. “Iya sesuai dari usulan provinsi, tanggal 6 kita laksanakan PSBB,” ungkapnya kepada Radar, Minggu (3/6).

Secara prinsip, kata Ivan, PSBB ini tidak akan banyak perubahan dengan pshycal distancing yang sebelumnya sudah diterapkan. Hanya penindakannya akan lebih ketat dan tegas ketika PSBB diberlakukan.

“Beberapa sudah dilaksanakan seperti proses belajar di rumah, penggunaan masker dan penerapan protokol kesehatan di berbagai ruang aktivitas warga,” tuturnya.

Disinggung soal aktivitas usaha, Ivan menyebutkan hal itu masih tetap diperbolehkan. Untuk masing-masing aktivitas perdagangan punya jam operasional yang berbeda-beda. “Tidak ditutup, tapi jam operasionalnya dibatasi,” katanya.

Untuk kegiatan sosial dan budaya, proses khitan, pernikahan masih diperbolehkan dengan menerapkan pshycal distancing. Khusus pernikahan harus dilakukan di KUA dan tidak menyelenggarakan resepsi.

Baca juga : Hardiknas saat Pandemi Covid -19, Ini yang Dilakukan PGRI dan PWI Tasik

Pembatasan juga berlaku pada aktivitas sarana transportasi umum, baik sepeda motor maupun mobil. Dimana jumlah penumpang dibatasi supaya penerapan pshycal distancing bisa diterapkan.

Pemberlakuan PSBB ini, jelas Ivan, hanya selama 14 hari, maka dari itu, Pemkot meminta masyarakat memaklumi dan paham dengan situasi saat ini. Yakni untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. “Kami minta masyarakat bisa menaatinya, untuk kepentingan semua,” terangnya.(igi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.