Tak Pake Masker, Warga Pangandaran Disanksi Tegas

209
0
ISTIMEWA RAZIA MASKER. Petugas Dishub Kabupaten Pangandaran melakukan razia terhadap masyarakat yang tidak menggunakan masker di pasar, Selasa (12/5). 
ISTIMEWA RAZIA MASKER. Petugas Dishub Kabupaten Pangandaran melakukan razia terhadap masyarakat yang tidak menggunakan masker di pasar, Selasa (12/5). 

PANGANDARAN – Hasil evaluasi pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kabupaten Pangandaran mulai dilaksanakan. Termasuk merazia warga yang berkunjung ke pasar tidak menggunakan masker.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pangandaran Nana Ruhena mengatakan, ada beberapa poin dalam evaluasi PSBB untuk semakin mengefektifkan, termasuk memperketat pemakaian masker di tempat kerumunan seperti pasar.

“Kami sudah mulai berjalan merazia bagi masyarakat yang datang ke pasar tidak menggunakan masker. Itu berdasarkan instruksi bupati hasil evaluasi PSBB,” ujarnya kepada Radar, Selasa (12/5).

Kata dia, razia masker sudah dilakukan oleh tim gugus di berbagai tingkatan. Sehingga kebijakan tersebut bisa benar-benar efektif dan mampu mencegah penyebaran Covid-19 di Kabupaten Pangandaran.

“Sudah mulai berjalan (evaluasi PSBB, Red). Tadi juga dari petugas Dishub sudah mulai merazia warga yang ke pasar tidak memakai masker untuk ditindak tegas dan diberikan sanksi,” katanya.

Baca Juga : Pangandaran Perketat Pemakaian Masker di Pasar, Siapkan 800 Rapid Test dan 2.000 Swab

Lanjut dia, sanksi yang diberikan bagi masyarakat tidak menggunakan masker saat berada di pasar diberikan dihukum untuk push up dan membaca sumpah janji untuk memakai masker.

Dengan sanksi tersebut diharapkan bisa membuat efek jera dan menjadikan masyarakat lebih tertib lagi dalam pelaksanaan PSBB ini.

“Gugus tugas menjalankan itu tujuannya mendapatkan kesadaran masyarakat sehingga perhatian untuk memakai masker saat keluar rumah,” ujarnya.

Sementara itu, kata dia, pemudik yang sedang melakukan isolasi khusus sampai Selasa (12/5) berjumlah 925 orang.

“Sekarang turun hanya 48 orang pemudik ke Pangandaran yang masuk isolasi khusus. Jadi seluruhnya 925 orang,” katanya.

Terpisah, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Pangandaran Dedih Rakhmat mengatakan, evaluasi PSBB yang sudah dilakukan oleh pemerintah harus benar-benar dimaksimalkan pemberlakuannya.

“Secara tugas kita menjaga ketertiban dan menjaga ketentraman masyarakat. Maka kita bergerak bersama dengan muspika dan melalui penyuluhan-penyuluhan keagamaan agar tidak panik masyarakat saat berjalannya PSBB,” katanya.

Baca Juga : 848 Pemudik Zona Merah ke Pangandaran Masih Dikarantina, 39 Orang Akan Selesai Isolasi

Lanjut dia, pihaknya pun ikut melakukan sosialisasi secara masif kepada masyarakat secara langsung dengan berkeliling menggunakan kendaraan dan pengeras suara.

Diharapkan dengan sosialisasi seperti itu masyarakat tidak lengah dalam menghadapi pandemi Covid-19.

“Kami meminta dalam menjalankan PSBB ini, masyarakat harus patuh dan berjalan bersama-sama memperjuangkan pencegahan virus corona. Khawatir kalau tidak kompak susah dalam menangani musibah non bencana alam tersebut,” ujarnya, menjelaskan.

“Pada saat PSBB akan dua kali sehari  pengumuman keliling agar masyarakat jangan lengah adanya penyebaran Covid-19. Salah satunya mengimbau warga agar tidak mudik sehingga yang ke Pangandaran tidak bertambah lagi,” katanya. (riz)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.