Tak Punya Biaya, Ibu Muda Serahkan Bayinya ke Paraji

199
0

CIAMIS – Diduga hasil dari hubungan gelap, perempuan muda berinisial AS (24) warga Kota Tasik menelantarkan bayinya, yang baru dilahirkan.

Ceritanya, Minggu (22/12) sekitar pukul 14.00, Maryam (55) warga Dusun Kalapangunggal RT 30/12 Desa Sindangsari Kecamatan Cikoneng Kabupaten Ciamis, yang berprofesi sebagai tukang pijat sekaligus bidan kampung (Paraji), mendapat panggilan dari seseorang yang bernama Jajang.

Maryam pun dijemput Jajang menggunakan kendaraan roda dua. Tiba di rumah AS, Maryam mendapati ada seorang bayi perempuan yang baru lahir.

Singkat cerita, Maryam akhirnya mengetahui bahwa AS telah melahirkan bayi tersebut, lalu melaksanakan tugasnya sebagai paraji pijat.

Usai menunaikan profesinya, ternyata Maryam diminta Jajang kerabat AS, untuk membawa bayi tersebut.


Karena dipaksa dan merasa kasihan kepada sang Bayi, akhirnya Maryam menuruti perintah Jajang. Lalu membawa bayi malang tersebut ke rumahnya dengan diantar Jajang, sekitar pukul 17.00.

Tiba di rumahnya, Maryam yang membawa gembolan disapa oleh tetangganya, Uus (42). “Nah, merasa curiga, Uus lalu memeriksa sesuatu yang dibawa Maryam. Dan Maryam mengaku bahwa dirinya membawa bayi yang baru lahir karena dititipkan oleh seseorang, untuk dirawat,” tutur Kasat Reskrim Polres Ciamis, AKP Risqi Akbar SIK.

Mengetahui peristiwa itu, Uus segera melapor ke Ketua RT sempat. Lalu keduanya membawa bayi yang kondisinya cukup mengkhawatirkan ke Bidan Nunung Nurlia.

Mendapati kondisi bayi yang lemah, Nunung menyarankan untuk segera membawa bayi perempuan tersebut ke RSUD Ciamis.

Khawatir terjadi sesuatu, Uus segera melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Cikoneng. Lalu bayi tersebut dibawa petugas ke RSUD,

“Dengan adanya kejadian tersebut anggota kami dari Polsek Cikoneng, melakukan pemeriksaan terhadap Maryam,” terangnya.

Keterangan sementara dari Maryam, bahwa AS menyerahkan bayinya karena tak sanggup membiayainya. Dan Maryam mau menerima karena dipaksa Jajang.

“Kami masih mendalami kasus ini, karena lokasi lahirannya ada wilayah Kota Tasikmalaya, dan kami akan koordinasi dengan pihak kepolisian Tasikmalaya,” terang kasat.

(iman sr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.