Tak Punya HP, Siswa SDN 1 Kota Banjar Datang Langsung ke Sekolah

259
0
BELAJAR. Caca, siswa SDN 1 Banjar belajar didampingi gurunya Ai Aan Hasanah SAg di ruang perpustakaan SDN 1 Banjar. Dia terpaksa belajar di sana lantaran tak memiliki gadget.
BELAJAR. Caca, siswa SDN 1 Banjar belajar didampingi gurunya Ai Aan Hasanah SAg di ruang perpustakaan SDN 1 Banjar. Dia terpaksa belajar di sana lantaran tak memiliki gadget.

Tidak memiliki gadget atau smartphone bukan halangan bagi Caca, siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Banjar menuntut ilmu. Siswa kelas 4A itu tetap belajar dengan didampingi gurunya di perpustakaan sekolah.

Anto Sugiarto, Banjar

Di tengah pandemi Covid-19, pemerintah pusat, termasuk daerah memberlakukan pembelajaran secara daring. Hal itu dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Dengan menerapkan pembelajaran daring tentu membutuhkan gadget untuk pembelajaran. Namun, tidak semua peserta didik yang memilikinya. Seperti halnya Caca.

Siswa kelas 4A SDN 1 Banjar itu pun terpaksa belajar langsung ke sekolah. Bukan bertatap muka dengan teman-temannya. Dia belajar sendiri. Hanya didampingi guru mata pelajaran. Seperti halnya kemarin (27/7), dia belajar bersama guru mata pelajaran, Ai Aan Hasanah SAg.

Baca Juga : Izin ke Istri Mau BAB, Anggota Linmas Mulyasari Kota Banjar Malah Gandir di Pohon Kelapa

Pembelajaran dilakukan di ruang perpustakaan SDN 1 Banjar. Tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan, salah satunya menggunakan masker. “Ini merupakan bentuk pelayanan khusus bagi murid yang tidak memiliki gadget,” kata Kepala SDN 1 Banjar Ikah Kartikah SAg Senin (27/7).

Menurut dia, pembelajaran seperti ini dilakukan khusus bagi murid yang tidak memiliki gadget atau hape untuk mengikuti proses belajar daring di rumah. Sehingga, mereka mendapat haknya untuk belajar.

“Luring kita juga laksanakan, ketika murid yang lain daring. Sementara untuk yang tidak memiliki gadget, bisa pake fasilitas laptop sekolah plus jaringan wifi,” ujarnya.

Dia menjelaskan pembelajaran dilakukan untuk mempermudah siswa mendapatkan ilmu, namun terbatas waktunya. Tidak boleh lama-lama di sekolahnya.

“Agar mereka tidak terpapar atau ikut memutus mata rantai penyebaran virus corona atau Covid-19 di Kota Banjar. Kegiatan ini sudah berjalan selama dua minggu, dengan harapan anak-anak tidak ketinggalan pelajaran di masa pandemi Covid-19,” ujarnya.

Baca Juga : Tak Ada Lagi Pasien Positif Corona Kota Banjar

Sementara sebelumnya, Pemkot Banjar termasuk Dinas Pendidikan pun belum bisa memprediksi kapan kegiatan belajar akan normal kembali.

“Kita belum bisa melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan bertatap muka langsung di ruang kelas. Saat ini kita masih menggunakan sistem pembelajaran jarak jauh,” kata Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banjar Ahmad Yani pekan lalu.

Ahmad Yani menjelaskan kegiatan belajar mengajar di sekolah bisa dilaksanakan jika status Kota Banjar sudah zona hijau dari Covid-19.

“Betul harus zona hijau, baru bisa dilaksanakan kegiatan belajar di sekolah. Itu pun dengan berbagai penerapan protokol kesehatan sesuai surat edaran pemerintah pusat. Namun Kota Banjar saat ini masih belum bisa melaksanakannya karena statunya juga belum masuk zona hijau,” ujarnya. (*)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.