Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

4.1%

19.7%

8.1%

68.1%

Tak Punya Uang, Warga Cisompet Garut Bayar Perbaikan kWh dengan Domba

99
0
istimewa DIKEMBALIKAN. Yeni menerima kembali domba yang sebelumnya dipakai untuk membayar perbaikan KwH meter.

CISOMPET – Yeni (37), warga Desa Panyindangan Kecamatan Cisompet terpaksa menyerahkan domba miliknya kepada petugas dari rekanan PLN untuk biaya perbaikan meteran listrik atau kWh meter. Dia menyerahkan domba karena tidak memiliki uang untuk membayarnya.

“Jadi waktu itu saya tidak punya uang untuk bayar (perbaikan KwH meter). Waktu itu harus bayar Rp 450 ribu, jadi terpaksa serahkan domba,” ujar Yeni kepada wartawan Rabu (26/8).

Baca juga : Kejari Garut Bantu Pengobatan Warga Tak Mampu

Menurut dia, saat itu petugas yang memeriksa listriknya menyebut jika kWh meter di rumahnya harus diganti karena sudah rusak. Dia dan suami, Engkar (50) pun sepakat untuk mengganti kWh meter.

Namun Yeni terkejut karena petugas itu meminta biaya penggantian kWh sebesar Rp 450 ribu. Yeni bingung. Dia sama sekali tak mempunyai uang. “Petugas sudah pasang kWhnya.

Katanya untuk biaya ditalangi dulu. Soalnya saya benar-benar enggak punya uang,” ucapnya.

Setelah kWh diganti, listrik di rumah Yeni sudah tak ada kendala. Namun Yeni punya masalah baru karena belum membayar biaya penggantian kWh meter.

Petugas tersebut terus menagih uang pemasangan kWh. Beberapa kali petugas itu datang ke rumah. Yeni dan suami pun kebingungan untuk membayarnya. “Terus saya bilang ke suami, pakai domba saja bayarnya. Soalnya cuma domba harta yang kami punya di rumah,” ujarnya. Seekor anak domba pun akhirnya diberikan Yeni ke petugas tersebut.

Dihubungi terpisah, Humas PLN UP3 Garut Agus Mulyana mengatakan petugas yang mengganti kWh meter dan menerima domba sebagai pembayaran bukan pegawai PLN. Namun merupakan rekanan dari PLN.

Meski begitu, PLN sudah menjatuhkan sanksi kepada petugas dari rekanan tersebut. Pihaknya tak membenarkan aksi yang dilakukan petugas tersebut. “Petugas vendor itu akan diberi sanksi oleh kami. Itu sudah merusak citra dari PLN,” ujarnya kemarin.

Menurutnya, penggantian kWh karena kerusakan tak dikenakan biaya. Pasalnya kerusakan kWh meter merupakan kewajiban dari PLN untuk mengganti. “Kalau kWh meternya rusak, itu jadi tanggung jawab PLN. Kecuali sengaja dirusak, saat diganti akan dikenakan denda,” katanya.

Menurutnya, penggantian kWh meter biasanya dilakukan secara rutin oleh PLN. Penggantiannya dilakukan periodik setiap 20 tahun karena kWh meter merupakan aset dari PLN.

Baca juga : Pengunjung Taman Satwa Cikembulan Garut akan Dihibur Aksi Food Enrichment

Terkait domba milik Yeni yang digunakan untuk membayar kWh meter, Agus menyebut sudah dikembalikan lagi. Petugas rekanan tersebut juga sudah ditegur. “Salahnya, konsumen itu tak datang langsung ke kantor PLN Pameungpeuk. Tapi langsung menghubungi si petugas itu, karena petugasnya yang pasang kWh meter dulunya,” ucapnya. Agus mengatakan pihak PLN juga sudah menyambangi rumah Yeni untuk menyelesaikan persoalan tersebut. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.