Tak Sekolah, Siswa SD & SMP di Garut Ngamen Jadi Badut Jalanan

36
0
SIDAK. Kadisdik Garut Totong saat berbincang dengan siswa yang menjadi badut jalanan di perempatan Jalan Pasundan, Kecamatan Garut Kota, Jumat (29/1). Yana Taryana / Rakyat Garut
SIDAK. Kadisdik Garut Totong saat berbincang dengan siswa yang menjadi badut jalanan di perempatan Jalan Pasundan, Kecamatan Garut Kota, Jumat (29/1). Yana Taryana / Rakyat Garut
Loading...

GARUT KOTA–Diduga akibat sekolah tatap muka tak kunjung digelar karena pandemi Covid-19, sejumlah siswa di wilayah perkotaan Garut menjadi badut jalanan.Sejumlah siswa tingkat SD dan SMP itu menjadi badut jalanan dengan beroperasi di setiap lampu lalu lintas di perempatan jalan.

“Iya sekarang saya banyak mendapatkan laporan banyaknya anak sekolah yang menjadi pengamen badut di lampu merah (trafficlight),” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten GarutH Totong kepada wartawan, Jumat (29/1).

Totong mengatakan pihaknya langsung melakukan inspeksi mendadak atau sidak ke sejumlah persimpangan perkotaan Garut. Hasilnya memang banyak ditemui badut jalanan yang berasal dari siswa.

“Kami cek dan pantau tadi (kemarin, Red) ke lapangan. Karena situasi Covid dan himpitan ekonomi mereka jadi badut jalanan,” ucapnya.

Pemantauan ke setiap sudut kota Garut itu, lanjutnya, untuk memastikan para siswa tersebut tetap bersekolah. Meski harus bekerja, hak anak untuk belajar tetap diutamakan.

loading...

“Pastikan pemenuhan hak anak untuk tetap belajar di situasi pandemi ini. Mereka harus belajar dulu sebelum turun jadi badut jalanan,” terangnya.

Pihaknya juga sudah melakukan pendataan dari hasil pemantauan ke lapangan. Nantinya sekolah diminta untuk memantau perkembangan para siswa yang menjadi badut jalanan.
Menurut Totong, para siswa tersebut mulai menjadi badut jalanan sejak pukul 08.00. Meski begitu, ia meminta orang tua untuk tak memaksa anaknya membantu mencari penghasilan.

“Anak usia sekolah jangan sampai terlalu dipaksakan. Orang tua tetap harus kendalikan. Apalagi kan rawan ada di jalan dan harus berjibaku serta rentan terhadap Covid-19,” ujarnya.

Totong mengaku sudah berkoordinasi dengan Satpol PP. Jika ditemukan badut jalanan usia anak sekolah, ia meminta untuk dipulangkan. Apalagi jika ditemukan saat jam belajar.

“Tadi (kemarin, Red) juga saya ketemu sama bandar badut jalanannya. Saya marahi karena banyak anak usia sekolahnya,” paparnya. (yna)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.