Tak Semua Orang Gila Kota Tasik Masuk DPT

24

IR JUANDA – Hak tuna grahita atau orang dengan gangguan mental harus diakomodir dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Sementara ini, ada lebih dari 100 orang tuna grahita yang tercatat oleh KPU Kota Tasikmalaya.

Ketua KPU Kota Tasikmalaya Ade Zaenul Mutaqin menyebutkan jumlah tersebut hasil pendataan pada Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) dan Pemilihan Gubernur (Pilgub). Akan tetapi, pihaknya akan memverifikasi kembali dalam waktu dekat ini. “Insyaallah minggu depan kita akan verifikasi lagi dan mendatangi panti-panti rehabilitasi,” ungkapnya kepada Radar, Jumat (30/11).

Ditegaskan Ade, tidak semua orang dengan gangguan mental bisa masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). Jika memang diagnosis dokter menyatakan tingkat sakitnya berat, maka tidak akan dicantumkan sebagai pemilih. “Misalkan diprediksi pas pemilu kemungkinan sembuh, ya kita masukkan ke DPT,” terangnya.

Terpenting, kata Ade, pemilih harus memiliki identitas yang jelas dari mulai nama dan tempat tinggal. Pasalnya, hal itu merupakan syarat mutlak yang harus dipenuhi. “Jadi orang gila di jalan yang enggak jelas asal-usulnya ya tidak bisa,” katanya.

Persoalan hak pilih penyan­dang gangguan mental memang membuat dilema KPU sendiri. Akan tetapi pada prinsipnya setiap warna negara Indonesia berhak ikut dalam pemilu.

Wawancara terpisah, Ketua Yayasan Mentari Hati Dadang Heryadi menjelaskan pasien binaannya tidak ada yang memiliki identitas. Pasalnya, mereka diambil langsung di jalanan. Sehingga tidak tercatat sebagai penduduk Kota Tasikmalaya. “Kecuali kalau memang pemerintah membuat kebijakan dan menjadikan mereka warga Kota Tasik,” terangnya.

Terkait kemampuan dalam memilih pemimpin, Dadang menilai akan sulit untuk membuat mereka berpikir. Namun jika hanya sebatas mencoblos pasien binaannya yang sudah lumayan pulih bisa melakukannya. “Sulit kalau ingin membuat mereka bisa membandingkan para calon,” tutur dia. (rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.