Tak Setuju Bonus Atlet Diutang

22
ilustrasi

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

SINGAPARNA – Ketua Fraksi PDI Perjuangan Kabupaten Tasikmalaya Demi Hamzah Rahadian mengaku tidak setuju apabila bonus atlet diutang sampai tahun depan.

“Saya sangat tidak sependapat sekali apabila bonus untuk atlet harus diutang sampai tahun depan. Karena kasihan mereka sudah berjuang mengharumkan Kabupaten Tasikmalaya dan harusnya sebelum keringat atlet kering bonus itu sudah dibayarkan,” ujarnya kepada Radar, Jumat (19/10).

Demi Hamzah Rahadian

Demi menjelaskan memang saat ini tidak ada alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2018. Akan tetapi, pemerintah harus memecahkan solusi ini sehingga bonus atlet tetap dibayar.

“Kalau pemerintahnya serius sebenarnya bisa dilakukan pencairan menggunakan biaya tak terduga (BTT). Karena BTT bukan hanya untuk bencana saja, melainkan pembayaran-pembayaran yang seperti ini,” terangnya.

Lanjut dia, fraksi akan mendorong kepada pemerintah untuk segera mengalokasikan bonus atlet. Sehingga bonusnya bisa dicairkan tidak melebihi tahun ini.

Terpisah, Ketua Fraksi Partai Demokrat Kabupaten Tasikmalaya Ferry Willyam mengaku tidak sependapat kalau bonus atlet menggunakan biaya tak terduga. Karena BTT itu untuk kedaruratan, seperti bencana. “Kalau menggunakan BTT itu harus yang darurat. Saya kira bonus atlet itu belum darurat dan jika tetap menggunakan BTT mau seperti apa nanti kalau terjadi bencana,” bebernya.

Ferry menilai tidak adanya APBD-P memang berdampak kepada semua. Tapi saat ini tidak ada celah lain untuk membayar bonus atlet, selain menunggu alokasi awal tahun depan.
“Menurut saya yang paling aman adalah menunggu anggaran murni tahun depan.

Sehingga meminimalkan risiko dan lebih aman,” terang pria yang murah senyum ini.
Pelatih cabang olahraga (cabor) petanque Resty Agustryani mengharapkan bonus atlet dibayarkan secepatnya dan jumlahnya sesuai janji. “Atlet petanque ini bisa meraih enam medali emas salah satunya terpicu dengan bonus yang dijanjikan,” katanya.

Lanjut dia, cabor petanque sudah menyelamatkan Kabupaten Tasikmalaya untuk tetap berada di posisi 10 besar dengan meraih 23 medali emas. Sehingga sudah sewajarnya apabila para atlet mendapatkan apresiasi dari pemerintah. “Saya dan anak-anak sudah berjuang dan menunjukkan hasil yang melebihi target hingga meraih enam emas,” kata dia.

Pelatih cabor senam Drs Dindin Saepudin mengharapkan bonus itu bisa dicairkan tahun ini. “Kalau saya inginnya secepatnya, tapi menurut informasi alokasi anggarannya tidak ada dan baru bisa dialokasikan tahun depan,” bebernya.

Ketua Pengurus Cabang Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Kabupaten Tasikmalaya Hally Kemal Pasya mengaku sabar menunggu bonus itu. Karena pemerintah pasti menepati janjinya. “Ya tunggu aja, mudah-mudahan satu dua bulan sudah ada,” tandasnya. (yfi/obi)

CALEG KITA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.