Taktik Jitu Robert!, PSIS 0 vs 1 PERSIB

64
0
Persib.co.id MONCER. Ezechiel Ndouassel mencetak gol penentu kemenangan Persib saat melawan PSIS Semarang kemarin (22/1).

SEMARANG –  Henhen Herdiana, Supardi Nasir, Saepulloh Maulana, Indra Mustafa dan Ardi Idrus  dipasang untuk menahan gempuran dari PSIS Semarang. Formasi lima pemain bertahan dipasang pelatih Robert Alberts karena absennya dua pilar utama Bojan Malisic dan Achmad Jufriyanto.

Akibatnya, pelatih asal Belanda itu harus menumpuk pemain di lini belakang dengan formasi 5-4-1. Dan formasi yang diterapkan saat melawan PSIS Semarang di Stadion Moch Soebroto cukup tepat.

Hasilnya, para penyerang Laskar Mahesa Jenar gagal menciptakan gol ke gawang I Made Wirawan. Dan hasil akhir Ezechiel Nduaossel dkk menang 1-0.

“Jadi saya bangga dengan hasil ini, tapi lebih bangga lagi karena pemain baru (pengganti) dan beberapa diantaranya pemain muda seperti Indra, Saepuloh dan Henhen bermain bagus di lini pertahanan dan meraih cleansheet. Itu yang sangat penting,” ucap Robert usai laga kemarin.

Menurutnya, kemenangan itu akan menambah kepercayaan diri para pemain pelapis. Dan sangat baik bagi tim ke depannya.

“Tidak kebobolan juga akan memberi kepercayaan diri pemain, supaya kembali membantu tim ini meraih kemenangan,” kata dia.

Kemenangan dari tim asuhan Jafri Sastra itu memang diraih tidak mudah. Harus menunggu sampai menit ke-79 untuk bisa menciptakan gol ke gawang Joko Ribowo.

Padahal, tuan rumah sudah bermain dengan 10 pemain sejak babak pertama. Tetapi, tetap saja Supardi dan kolega kesulitan membongkar lini pertahanan tim Mahesa Jenar.

“Kemenangan yang sulit. Semarang tim bagus, karena faktanya meski bermain dengan 10 pemain, tapi tidak terlalu berpengaruh pada permainan mereka.” ucapnya.

Sementara itu, pelatih PSIS Semarang Jafri Sastra menyayangkan insiden yang dilakukan pemainnya Patric Motta yang mencoba mencekik gelandang Persib Bandung Rene Mihelic di menit 43. Bahkan mantan pelatih Mitra Kukar itu menyebut jika pemainnya sangat gegabah.

“Sebuah insiden, wasit yang paling tahu keputusannya, insiden itu memang wasit yang tahu aturannya kenapa kuning kenapa merah, tapi saya sendiri menyesali bodohnya pemain saya sendiri,” ucap Jafri.

Selain itu, pelatih kelahiran Padang itu menyesali kekalahan dari Persib Bandung. Karena untuk kali kedua Septian David dkk kalah bermain di kandang sendiri.

“Ini pertandingan home kedua kami harus menelan pil pahit, artinya kami tidak bisa meraih poin penuh dan ini kerugian bagi kami, ini game yang kesepuluh, kami sebetulnya punya tekad untuk meraih poin penuh di sini, tapi kartu merah telah merusak segala-galanya,” ucapnya.

Padahal, kata dia, skema yang diinginkan sudah berjalan di babak pertama. Tapi semuanya buyar dengan adanya kartu merah untuk pemainnya.

“Skema yang kami inginkan adalah menekan lawan dari awal, ketika babak pertama sebelum ada musibah kartu merah kita betul betul banyak menciptakan peluang, tapi tidak terjadi gol,” pungkasnya. (pra)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.