Takut Diperiksa Laporan Keuangan, Kades Neglasari Tasik & Kakanya Bakar Kantor Desa

2364
0
EKSPOSE. Polres Tasikmalaya eskpose pengungkapan kasus pembakaran kantor Desa Neglasari Kecamatan Jatiwaras Senin (17/2). DIKI SETIAWAN / RADAR TASIKMALAYA

MANGUNREJA – Terbakarnya Kantor Desa Neglasari Kecamatan Jatiwaras pada Sabtu 18 Januari 2020 berhasil diungkap Satreskrim Polres Tasikmalaya. Kantor pemerintahan desa tersebut sengaja dibakar dengan motif untuk menghilangkan laporan keuangan dana desa.

Dari hasil penyelidikan, pemeriksaan saksi-saksi dan hasil olah TKP tim Puslabfor Mabes Polri serta Polres Tasikmalaya berhasil menangkap pelaku yakni BD (52) dan WG (43), keduanya merupakan kakak beradik.

Baca juga : Banjir di Sukaresik Tasikmalaya Rutin Terjadi

BD merupakan seorang PNS guru di salah satu SD Kecamatan Jatiwaras, sedangkan WG merupakan kepala Desa Neglasari. Masing-masing pelaku mempunyai tugas berbeda dalam menjalankan aksinya.

“Berdasarkan hasil penyelidikan yang kita lakukan di lapangan dan hasil penelitian dari Puslabfor Mabes Polri bahwa kantor Desa Neglasari sengaja dibakar,” ujar Kapolres Tasikmalaya AKBP Dony Eka Putra SIK kepada wartawan saat ekspose, Senin (17/2).

Lanjut dia, berdasarkan hasil penyelidikan dan olah TKP tim Puslabfor Mabes Polri, kemudian pemeriksaan terhadap saksi-saksi, Satreskrim Polres Tasik mendapatkan petunjuk untuk mengetahui siapa pelaku yang membakar kantor desa tersebut.

“Kecurigaan mengarah kepada BD (52) asal Kampung Gunung Kanyere Kelurahan Mulyasari Kecamatan Tamansari yang tak lain kakak dari Kepala Desa Neglasari WG,” katanya.

Sedangkan adiknya, kata dia, WG (43) asal Kampung Nangela Desa Neglasari Kecamatan Jatiwaras yang tak lain adik BD, kepala Desa Neglasari yang membantu dan memfasilitasi rencana pembakaran kantor desa untuk menghilangkan berkas laporan keuangan desa.

“Keduanya kita tetapkan sebagai tersangka, BD sebagai pelaku utama yang membakar kantor desa sedangkan WG membantu pelaku utama membakar kantor desa,” ujarnya, menjelaskan.

BD ditangkap di Bungbulang, Garut Minggu (9/2), sebelumnya kabur ke Subang, Serang, Cirebon dan terakhir ke Bungbulang, Garut. Sementara WG diamankan Senin (10/2) langsung sehari setelah kakaknya ditangkap di Tasik.

Pelaku BD, jelas dia, dikenakan pasal 187 KUHPidana tentang barangsiapa yang sengaja menimbulkan kebakaran bagi barang dengan pidana penjara paling lama 12 tahun.

Sedangkan WG, dikenakan pasal Jo Pasal 56 KUHPidana tentang barang siapa sengaja memberi bantuan untuk melakukan kejahatan dengan pidana penjara dikurangi sepertiga dari pidana pokok yang diancamkan atas kejahatannya atau empat tahun penjara.

Kata Dony, motif pembakaran kantor desa adalah ketidaksiapannya WG sebagai kepala Desa Neglasari menghadapi audit keuangan dana desa dari tahun 2016-2019 yang akan dilakukan Inspektorat Kabupaten Tasikmalaya ke Pemerientah Desa Neglasari atas dorongan aksi demo warga.

“Sehingga pas kejadian Sabtu (18/1) dua hari sebelum audit yang akan dilakukan oleh Inspektorat Senin (20/1), karena belum bisa memberikan pertanggungjawaban atas laporan keuangan desa, sehingga muncul niat atau inisiatif menghilangkan barang bukti yang ada di kantor desa tersebut berupa berkas laporan keuangan,” katanya.

Tempat yang sama, Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya AKP Siswo De Cuellar Tarigan SIK menambahkan, dalam aksinya, BD sebelum membakar kantor desa bertemu dengan adiknya WG di daerah Cicariang, Kawalu, Jumat (17/1) sore. Kemudian Sabtu (18/1) dini hari pelaku membakar kantor desa.

“Pelaku BD sendirian membakar kantor desa memakai bensin jenis pertalite dari bensin motor Mio hitam yang dipinjam dari adiknya WG, kemudian memakai kain untuk menyerap bensin tersebut dan dimasukan ke dalam botol,” papar dia.

Kemudian pelaku masuk lewat jendela ruang kepala Desa Neglasari yang ketika itu sengaja tidak dikunci oleh WG, lalu pelaku masuk ke ruangan sekdes yang ada berkas dokumen laporan keuangan dana desa.

“Bensin yang di dalam botol tersebut dicipratkan ke lemari berisi dokumen berkas laporan keuangan desa. Lalu BD ke luar kantor desa dan melempar kertas yang dibakar lewat jendela, kemudian terbakar lah kantor desa tersebut,” katanya, menjelaskan.

Namun, pada saat melempar gulungan kertas yang sudah ada api menyala untuk membakar berkas laporan keuangan, tangan kanan pelaku sempat terbakar. Sejak kejadian itu, pelaku kabur dan berobat ke Bungbulang, Garut.

“Pelaku sudah menghilang dari desanya, ternyata berobat ke Garut, berdasarkan informasi dan keterangan saksi, penyelidikan, akhirnya kita menangkap pelaku di Bungbulang, Garut Minggu (9/2),” katanya.

Adapun barang bukti yang diaman­kan, sepeda motor Yamaha Mio yang digunakan pelaku saat membakar kantor desa, sepeda motor Lexi, salep untuk obat luka bakar, gembok, engsel pintu, kunci pintu kantor desa, lemari alumunium tempat berkas dan sikring listrik dari TKP.

Ketua Forum Masyarakat Neglasari Sani Junen Hudaya mengapresiasi Polres Tasikmalaya yang sudah mengungkap kasus terbakarnya kantor Desa Neglasari. Sehingga terungkap siapa pelakunya dan apa yang diharapkan warga bahwa kepala Desa Neglasari yang juga pelaku tidak transparan terhadap anggaran ternyata terbukti.

“Kita warga Neglasari mengucapkan terima kasih kepada kepolisian yang sudah mengusut tuntas kasus pembakaran kantor Desa Neglasari yang berjalan lumayan panjang, kurang lebih satu bulan,” ujarnya.

Dia mengaku tidak menyangka bahwa yang membakar kantor Desa Neglasari adalah WG atau kepala desanya sendiri.

“Tidak pernah menyangka sama sekali, tapi indikasi atau curiga menghilangkan berkas laporan keuangan sempat ada.

Karena yang terbakar di dalam ruangan kantor desa adalah berkas laporan keuangan dana desa dari 2016-2019 yang diminta oleh masyarakat Neglasari dan Inspektorat,” ucapnya.

Jelas dia, aksi demo yang dilakukan warga Neglasari intinya meminta transparansi anggaran, SPJ dan LPJ dana desa 2016-2019 yang harus disosialisasikan ke masyarakat oleh Pemerintah Desa Neglasari.

Baca juga : Sebarkan Ujaran Kebencian tentang Razia Lalin, Pemuda Cikalong Tasik Diringkus Polantas Kota

“Namun hingga kejadian kantor Desa Neglasari terbakar tidak ada itikad baik dari kepala desa. Sehingga muncul kecurigaan penggunaan anggaran dana desa, kita Forum Masyarakat Neglasari menganalisis ada Rp 2,1 miliar selama empat tahun dana desa hilang tidak jelas pembangunannya,” tambah dia. (dik)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.