Takut Idap Corona, Warga Singaparna Tasik Pingsan tak Ada yang Tolong, Malah Ditonton

3844
0
ISTIMEWA PINGSAN. Warga Desa Cipakat Kecamatan Singaparna pingsan usai memakan bubur depan SDN Sukasenang, tapi warga membiarkannya tergeletak, Kamis (2/4).

SINGAPARNA – Mewabahnya virus corona di Indonesia cukup menjadi phobia bagi masyarakat. Tak jarang menaruh kecurigaan besar kepada siapa pun yang sakit, terlebih menunjukkan gejala batuk, demam dan sesak napas, karena takut terpapar Covid-19.

Hal itu pun menimpa kepada SH (45), warga Desa Cipakat Kecamatan Singaparna tiba-tiba pingsan di depan SD Sukasenang Jalan Dozer, Kamis (2/4) pagi. Namun, warga menghindari dan membiarkannya tergeletak karena takut SH terpapar virus corona dan bisa menular.

Baca juga : Antisipasi Corona di Tahanan, 107 Napi di Lapas Kota Tasik Bebas Cepat, Kemarin 14 & Hari Ini 20

Ikin (60), penjual bubur di mana SH membelinya mengatakan, waktu itu SH sedang makan bubur. Namun, setelah menyantap bubur tiba-tiba ia tergeletak jatuh pingsan di samping gerobak bubur ayam. “Setelah makan, SH bilang kepalanya pusing dan langsung pingsan. Tidak berselang lama SH langsung muntah-muntah,” katanya, menjelaskan.

“Saya langsung memberitahukan kejadian tersebut kepada warga sekitar dan Kantor Desa Cipakat yang tidak jauh dari lokasi kejadian. Kemudian desa langsung menghubungi Polsek Singaparna dan Sigesit 119 untuk tenaga medisnya,” ujarnya, menambahkan.

Kata dia, saat SH pingsan tidak ada satu warga pun yang mendekatinya. Karena warga merasa ketakutan kalau yang bersangkutan terjangkit virus corona. “Sebagian warga merasa khawatir ketika akan menolongnya dan takut jika korban terpapar Covid-19 yang bisa menular,” kata dia.

Kanit Reskrim Polsek Singaparna Iptu Wahyu Hidayat mengatakan, SH sempat bangun dari pingsan. Kemudian dia duduk, tetapi masih muntah-muntah. Selanjutnya korban dibawa ke Puskesmas Tinawati Singaparna oleh petugas medis 119 menggunakan ambulance. “Korban memiliki riwayat perjalanan dari Jakarta dua minggu ke belakang,” kata dia.

Baca juga : PDIP: Partai Terkorup Itu yang Presidennya Pernah Korupsi

Korban, ujar dia, saat ini masih dilakukan pemeriksaan secara medis di Puskesmas Tinawati dan sementara belum dapat menyimpulkan hasil pemeriksaannya. Dugaan awal, korban pingsan karena kelelahan setelah berolahraga dengan menggunakan sepeda. “Namun pihak keluarga pun menerangkan bahwa korban mempunyai riwayat penyakit radang tenggorokan dari 22 Maret 2020,” katanya. (obi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.