Tali Sempat Putus, Taruhan Nyawa saat Melintas

222

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

Untuk menuju Kecamatan Cipatujah, warga di lima desa yakni Ciheras, Ciandum, Pameutingan, Cipanas dan Sukahurip harus memiliki keberanian super ekstra.

Sebab, warga harus terlebih dahulu melewati jalan alternatif berupa jembatan gantung. Yang hanya memiliki lebar 1 meter, dengan panjang 108 meter dan ketinggian sekitar 30 meter dari permukaan sungai.

Salah seorang warga Ciheras, Ujang Jenal (34) merasa takut melewati jembatan gantung tersebut. “Sebenarnya saya takut untuk lewat sini (jembatan gantung, Red).

Tapi karena ada perlu, terpaksa saya memberanikan diri,” ujarnya saat ditemui Radar, Rabu (7/11).

Ujang mengaku baru pertama kali melewati jembatan gantung, karena jembatan yang biasa dilalui roboh akibat diterjang banjir bandang. ”Biasanya lewat jembatan Pasanggrahan-Ciandum, karena lebih aman dan lebar,” tuturnya.

Meski takut, Ujang tetap bersyukur masih ada jembatan gantung yang tidak ikut roboh. Karena apabila jembatan gantung ikut ambruk, maka warga Ciheras akan mengalami kesusahan mencari kebutuhan hidup. ”Ya saya bersyukur, masih ada jembatan gantung. Walaupun taruhannya nyawa,“ terangnya.

Warga lainnya, Arif Yusuf (29) berharap pemerintah segera memperbaiki jembatan Pasanggrahan-Ciandum. Supaya masyarakat di lima desa bisa kembali menjalankan aktivitasnya secara normal. ”Usaha kita jadi ikut mandet juga, akibat jembatan roboh. Ditambah anak-anak sulit ke sekolah, karena berada di Kecamatan Cipatujah,” paparnya.

Warga Sabeulit, Desa Ciandum, Dadan Sofyan, (48) mengungkapkan jembatan gantung tersebut jarang digunakan warga sekitar. “Kalau jembatan Pasanggrahan tidak roboh, jembatan gantung ini hanya digunakan sebagai akses untuk pertanian,” ungkapnya.

Dia menjelaskan jembatan gantung sendiri, sempat mengalami kerusakan di bagian tali penyeimbang ketika diterjang banjir bandang kemarin. ”Tapi warga di sini cepat-cepat memperbaiki alakadarnya. Dengan mengikat tali penyeimbang ke pohon, karena butuh akses menuju Cipatujah,“ terangnya.

Untuk itu, kata Dadan, saat melewati jembatan gantung dilakukan sistem buka tutup. Agar tidak terjadi penumpukkan di tengah jembatan ketika warga melintas. “Bahaya kalau menumpuk di tengah jembatan, apalagi arahnya saling berlawanan,” paparnya. (ujg)

CALEG KITA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.