Komisi III Menilai Ini Sudah Sesuai Perencanaan

Taman Setda Belum Penting

229
0
Asep Azwar Lutfi

SINGAPARNA – Sekretaris Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Tasikmalaya Asep Azwar Lutfi menilai pembangunan Taman Setda tidak begitu penting dan bermanfaat bagi masyarakat. Karena masih banyak kebutuhan yang menjadi skala prioritas belum tersentuh sama sekali oleh pemerintah.

“Saya pertanyakan efektivitasnya seperti apa pembangunan Taman Setda ini bagi masyarakat, apalagi menghabiskan anggaran Rp 1,6 miliar. Kalau menurut saya anggaran tersebut bisa digunakan untuk yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. Seperti perbaikan jalan, pembelian truk sampah dan memulai tahapan pembangunan rumah sakit di Tasik Selatan, Utara dan Timur,” katanya kepada Radar, Selasa (26/11).

Lanjut Asep, ini menunjukkan pemerintah daerah kurang serius mementingkan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Padahal anggaran Rp 1,6 miliar akan sangat bermanfaat apabila dipergunakan untuk kebutuhan dan kepentingan masyarakat secara umum.

Kemudian, Asep pun meminta DPRD mampu memfilter perencanaan-perencanaan yang tidak masuk skala prioritas dan kurang dirasakan manfaatnya bagi masyarakat. Kemudian harus mampu mendorong apa yang menjadi kebutuhan dan harapan masyarakat secara utuh. “Ini merupakan pekerjaan rumah bagi anggota dewan periode baru untuk bisa menjembatani aspirasi masyarakat secara utuh dan meminimalkan program yang kurang dirasakan manfaatnya bagi masyarakat atau skala prioritas,” jelasnya.

Kemudian, kata dia, dewan pun harus mampu mengawasi pembangunan yang sedang berjalan. Sehingga anggaran sebesar Rp 1,6 miliar tidak mubazir dan pembangunannya sesuai spesifikasi.

Terpisah, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Tasikmalaya Aang Budiana SAg mengatakan, pihaknya jelas akan melakukan pengawasan terhadap seluruh proyek-proyek yang sedang dibangun pemerintah daerah, termasuk Taman Setda.

Loading...

“Memang pembangunan Taman Setda ini sudah dimasukan dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang Perumahan dan Permukiman dan dinas tersebut menjalankan sesuai proyeksi perencanaan. Namun ke depan ini akan dilimpahkan ke Dinas LH, sesuai tugas pokok dan fungsinya,” katanya.

Kata Aang, Dinas Lingkungan Hidup ke depan diberikan tugas dan tanggung jawab pemeliharaan. Karena jika sudah diberikan tugas dan tanggung jawab maka didorong untuk proyeksi anggaran. “Kalau tidak seperti itu, maka akan terjadi seperti tahun sebelumnya. Setelah dibangun tidak ada pemeliharaan, buat apa. Pasalnya memelihara lebih susah dari pada membangun,” katanya.

Bicara soal perencanaan, kata dia, Taman Setda merupakan proyeksi utama pemerintah. Karena taman tersebut merupakan muka atau bibir dari Gedung Bupati Tasikmalaya, sehingga harus mendapatkan penataan yang baik.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang Perumahan dan Permukiman (PUTRPP) Kabupaten Tasikmalaya Yusef Yustisiawandana mengatakan, pihaknya ha­nya melakukan pembangunan saja, sedangkan pemeliharaan nantinya dise­rahkan kepada Dinas LH. “Terkait pemeliharaan nanti yang me­lak­sanakan tergantung pengelolaan aset itu ada di mana nantinya,” singkatnya. (obi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.