Tamparan Keras bagi Generasi Muda

51

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

FENOMENA lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) di media sosial menyita perhatian berbagai kalangan. Diantaranya generasi muda asal Kecamatan Singaparna.

Vera Shopia Lutpiyanti (21), warga Kampung Cijeruk RT/RW 019/004 Desa Cintaraja Kecamatan Singaparna mengaku munculnya fenomena ini menjadi tamparan keras bagi masyarakat, terlebih generasi muda. Terlebih mereka yang tinggal di Singaparna atau secara umum Kabupaten Tasikmalaya. “Karena seharusnya generasi muda ini menjadi panutan dan memberi contoh bagi generasi selanjutnya,” ujarnya kepada Radar, Minggu (14/10).

Vera menilai munculnya fenomena grup Facebook gay sangat membuat citra buruk bagi Kecamatan Singaparna. Apalagi jumlah anggotanya bisa mencapai 1.200 akun. “Ini (Kabupaten Tasikmalaya) Kota Santri, seharusnya berbudi dan berakhlak baik,” terangnya.

Ari Abdul Muhyi, warga Kampung Babakan Sindang RT/RW 03/011 Desa Cipakat Kecamatan Singaparna meminta pemerintah bisa menangkal hal-hal yang berbau pornografi dalam media sosial. Sehingga keberadaan medsos ini bisa dipergunakan secara positif dan bermanfaat. “Sebagai warga Singaparna tentu ingin hal ini tidak terjadi lagi. Saya menyesalkan persoalan ini bisa sampai terjadi di daerah yang terkenal Kota Santri,” katanya.

Agung Wardana (22), warga Jalan Cikeleng Desa Arjasari Kecamatan Leuwisari menilai munculnya fenomena ini merupakan kemunduran akhlak yang harus dibina untuk bisa kembali ke jalan benar. “Di sini peran orang tua dan masyarakat sangat penting, sehingga persoalannya bisa diselesaikan. Karena kalau dibiarkan akan berdampak buruk bagi generasi muda Kabupaten Tasikmalaya,” tandasnya. (obi)

CALEG KITA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.