Tanam 45 Pohon Ganja di Polybag, Warga Kadipaten Tasik Dibekuk BNN

1729
0
radartasikmalaya.com
Kepala BNNK Tasik, Tuteng Budiman, memperlihatkan pohon ganja dalam polybag yang ditemukan di rumah salah satu warga Kadipaten, Selasa (20/10) siang. denden ahdani / radar tv

KABUPATEN TASIK – Badan Nasional Narkotika (BNN) Perkawilan Jawa Barat dan BNN Kota Tasikmalaya, menggerebek pemilik 45 batang ganja yang ditanam di polybag, di sebuah rumah di Kampung Cisirah Desa Cibahayu, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (20/10) siang.

Tinggi tanaman ganja ini bervariasi mulai dari satu meter usia 2 bulan sampai puluhan bibit setinggi 15 centimeter yang siap untuk disemai ke polybag lainnya.

“Setelah mendapatkan informasi dari masyarakat dan penyelidikan selama 2 bulan, kita berhasil menggerebek rumah milik M (50), warga Cisirah, pemilik 45 batang pohon ganja yang ditanam di polybag,” ujar Kepala BNN Kota Tasikmalaya, Tuteng Budiman di lokasi penggerebekan.

Tuteng menerangkan, penggerebekan ini setelah pihaknya mendapatkan sampel hasil penyelidikan dari tersangka dengan cara membeli dan terkonfirmasi narkotika jenis ganja hasil Laboratorium.

Selama ini, tersangka mengaku telah beberapa kali memanen hasil tanaman ganjanya untuk dijual dan dipakai sendiri.

“Pengakuan tersangka hasil tanaman ganjanya dipakai sendiri dan dijual ke warga sekitar. Tersangka juga mengaku sudah memakai ganja sejak kecil. Dia mengaku menanam ganja sudah puluhan tahun lamanya selama ini,” terangnya.

Tuteng menambahkan, tersangka diamankan dengan 3 orang pria lainnya yang selama ini menanam ganja di atap belakang rumahnya.

Hasil panen mereka selain dikonsumsi sendiri, selama ini telah dijual di wilayah Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya dan beberapa luar daerah di dekat Tasikmalaya.

“Beberapa kali telah panen hasil tanamannya dijual di wilayah Ciawi dan beberapa luar daerah dekat Tasikmalaya. Mereka juga sering di rumah tersangka memakai barang haram tersebut secara ramai-ramau bersama teman-temannya,” tambahnya.

Tuteng menegaskan, petugas BNN dibantu oleh petugas Kepolisian, TNI dan pemerintah daerah setempat menelusuri keberadaan tanaman ganja lainnya.

Pihak BNN hingga kini masih terus mengembangkan penyelidikannya karena diduga ada lahan yang dijadikan sebagai tanaman ganja berskala besar.

“Kalau tanaman ganjanya berasal dari biji yang diperoleh dari barang yang awalnya dikonsumsi. Terus tanaman yang sudah besar dan berbuah pun dijadikan bibit dan disemai untuk dibesarkan lagi. Sehingga, tanaman pun jadi semakin banyak dikembangbiakan selama ini oleh tersangka dan rekan-rekan sekampungnya,” jelasnya.

Kini, keempat tersangka telah diamankan petugas BNN dan masih dimintai keterangan di lokasi penggerebekan. Mereka dijerat Undang-undang Narkoba Pasal 111 karena jelas telah menanam ganja selama bertahun-tahun lamanya.

“Denga pasal yang disangkakan tersangka bisa dijerat maksimal hukuman mati,” tegasnya.

(rezza rizaldi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.