Tanam Seribu Pohon Kopi

12
TALK SHOW. Bangbang Hermana SPd MPd (tengah) dan Yeyen Marhaenia SPd (kanan) saat Talk Show Bincang Radar di Studio Radar TV, Rabu (13/3). Mereka membahas rencana kegiatan Penanaman Pohon Hutan Edukasi. Siti Aisyah / Radar Tasikmalaya

TASIK – Memperingati Hari Hutan Internasional, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Tasikmalaya akan menggelar launching Penanaman Pohon Hutan Edukasi dan Ekoliterasi di Kampung Salapan Urug Kawalu Kota Tasikmalaya Sabtu (23/3). Kegiatan ini bekerja sama dengan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) sebagai pengelola hutan sosial.

Ketua PGRI Kota Tasikmalaya Bangbang Hermana SPd MPd menuturkan melalui kegiatan ini sekolah-sekolah yang ada di Kota Tasikmalaya akan menanam seribu pohon kopi sebagai sarana pendidikan dan pelestarian alam. “Kota Tasikmalaya punya 320 hektar hutan yang sudah lama tidak ditanami. Ini bisa dimanfaatkan untuk sarana pendidikan,” terang Bangbang saat Talk Show Bincang Radar di Studio Radar TV, Rabu (13/3).

Bangbang menjelaskan pohon kopi yang ditanam sekolah tersebut akan menjadi tanggung jawab sekolah, penyediaan bibit dan juga pupuknya. Adapun pemeliharaan di lokasi dilakukan oleh masyarakat setempat dan LMDH.

“Jadi tidak mesti secara langsung oleh sekolah untuk membersihkannya. Ada LMDH yang akan melakukan MoU dengan Perhutani. Sekolah berkewajiban menyediakan bibit dan pupuk saja,” ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut, kata Bangbang, menjadi lengkah awal mengenalkan kepada siswa, guru, orang tua dan masyarakat pentingnya memelihara alam dan menjadikan alam sebagai sarana pendidikan.

Bangbang pun berharap ke depannya di Kampung 9 Urug dibangun koperasi dan industri kopi.

“Sebagai percontohan, SMAN 5 Tasikmalaya yang sudah datang ke lokasi serta membersihkan lahan untuk menanam pohon kopinya,” tutur Bangbang.

Panitia Kegiatan Yeyen Marhaenia SPd menuturkan program Penanaman Pohon Hutan Edukasi ini berangkat dari keprihatinan akan kondisi pelajar saat ini yang kurang mengenal budaya dan lingkungan. Makanya, dalam kegiatan tersebut ada pengenalan hutan untuk membentuk cinta alam. Ada juga ekoliterasi, yakni selama anak melakukan perjalanan di hutan akan dituangkan dalam bentuk karya tulis yang dikirim melalui aplikasi khusus.

“Kemudian, kegiatan nanti akan banyak tampilan seni budaya. Ada pengenalan permainan tradisional atau kaulinan jaman baheula, dan kegiatan lainnya yang meningkatkan kecintaan terhadap alam,” tutur Yeyen. Adapun pohon kopi yang akan ditanam sekolah, kata ia, bisa menjadi laboratorium bagi sekolah dan meningkatkan kewirausahaan sekolah. (ais)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.