Tanaman Hias Jadi Investasi IRT di Kota Tasik

99
0
TUNJUKKAN. Tita Juwita, menunjukkan tanaman hias jenis alocasia serawak di rumahnya, tanaman hias kini menjadi investasi bisnis yang cukup menjanjinkan, Jumat (22/1). Kiri, Tita memperlihat tanaman jenis burle marx variegata. foto-foto: Rangga Jatnika / Radar Tasikmalaya
Loading...

CIHIDEUNG – Pasca pandemi Covid-19 melanda, sebagian masyarakat tetap produktif meskipun lebih banyak diam di rumah. Salah satunya dengan menggeluti tanaman hias yang saat ini banyak digemari masyarakat dan dihargai jutaan bahkan puluhan juta.

Salah satu bunga yang saat ini viral yakni janda bolong alias Monstera Adansonii Variegata yang dihargai ratusan juta.

Salah satu pegiat tanaman hias, Tita Juwita (43) warga Padayungan Asri Residence menyebutkan untuk tanaman janda bolong biasanya hanya dihargai puluhan ribu sampai ratusan ribu saja. Menurutnya, tanaman itu bisa mahal ketika memiliki pertumbuhan yang bagus.

“Daunnya banyak dan ada coraknya juga, sehingga mahal,” katanya.

Tita sudah sejak lama menyukai tanaman hias untuk mempercantik rumahnya. Saat pandemi, beberapa tanamannya mulai dilirik sehingga akhirnya dia pun mulai menjadikannya bisnis. “Karena ternyata lumayan juga hasilnya, setelah dirawat dengan baik harganya bisa dua kali lipat,” terangnya.

loading...

Selain janda bolong, bunga yang saat ini digandrungi yakni jenis Aglonema yang kaya akan varietas. Sekilas mirip daun talas, namun memiliki berbagai corak. Harga rata-ratanya sekitar Rp 200 ribu sampai jutaan rupiah.

Baca juga : Puluhan Rumah Rusak Dihempas Angin Kencang di Kota Tasik

Di tempat Tita, tanaman yang dibanderol dengan harga yang cukup lumayan yakni burle marx variegata. Pasalnya, tanaman itu sudah memiliki corak seperti bendera. “Tanaman ini sekitar Rp 2 juta,” katanya.

Selain itu, beberapa waktu lalu dia memiliki jenis alocasia serawak. Namun tanaman itu diminta adiknya untuk menjadi hiasan, dia pun merelakannya dengan catatan jangan sampai dijual.

Menurutnya, alocasia serawak tersebut sudah ada yang menawar dengan harga Rp 10 juta. Pasalnya usia tanaman itu sudah 15 tahun dengan daun yang besar dan cukup banyak. “Kalau dilepas begitu saja, saya sulit lagi dapat yang seperti itu lagi,” tuturnya.
Disebutkan Tita, tanaman hias ibarat barang antik yang menjadi koleksi.

Tidak ada harga baku, namun semakin langka maka harganya semakin tinggi. Biasanya hal itu didukung oleh corak dan usia. “Harganya bisa puluhan juta bahkan ratusan juta,” terangnya.

Maka dari itu, dia menilai bahwa tanaman hias saat ini bisa menjadi investasi bisnis. Asalkan punya kemauan untuk melakukan perawatan supaya pertumbuhannya bagus. “Karena media tanam juga mempengaruhi pertumbuhan,” ujarnya.

Pengurus toko tanaman hias Nusa Indah di Jalan Pancasila, Ponidi (58) mengatakan bahwa di saat pandemi minat pembeli tanaman hias cukup tinggi. Meskipun jumlahnya tidak tetap. “Tapi sekarang udah mulai biasa lagi,” katanya.

Untuk harga-harga tanaman hias, pihaknya menjual dengan harga yang standar. Karena sasaran konsumennya adalah masyarakat umum. “Paling mahal anggrek, harganya Rp 300 ribuan,” ujarnya.

Sementara itu, tanaman yang tergolong paling murah yaitu mawar. Padahal dari segi proses penanaman terbilang rumit dan butuh waktu lama.

“Kalau mawar paling Rp 25 ribu,” terangnya.
Banyaknya tanaman hias yang dibanderol dengan harga mahal karena ditaksir oleh orang-orang tertentu saja. Karena masyarakat awam tentunya akan aneh ketika sebuah tanaman hias dihargai mahal. “Jadi hanya yang benar-benar paham tanaman dan pecinta berat saja,” katanya.

Namun perlu diperhatikan bahwa tanaman adalah mahluk hidup yang harus dipelihara. Semahal apapun jika tidak dirawat dengan baik bisa mati atau pertumbuhannya buruk. “Harus mengenali mana yang harus banyak air mana yang sedikit, atau jenis media tanamnya harus bagaimana,” terangnya.

Untuk itu, menurut pria yang sudah bergelut dengan dunia tanaman hias sejak tahun 1992 itu, siapa pun yang menyukai tanaman hias harus juga mengenal kebutuhannya. Supaya bukan hanya sekadar dipajang dan mati.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun (rga)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.