Tanamkan Kemandirian Anak

18
Salbiah

Sukses di Karir dan Keluarga

TASIK – Sukses di karir dan keluarga, itulah prinsip yang dipegang Kepala Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Tasikmalaya Salbiah. Sejak sang suami meninggal dunia  8 tahun yang lalu, wanita kelahiran Jakarta tahun 1965 ini menjadi single fighter untuk ketiga buah hatinya.

“Anak-anak menjadi motivasi dan supporter terdapan dalam karir saya,” kata ibu dari Fitri (26), Putri (24) dan Rizki (20).

Berkarir merupakan pilihan hidup bagi Salbiah. Memulai karir tahun 1991 sebagai staf pelaksana di Kementerian Keuangan di Jakarta hingga menjadi kepala kantor di KPKNL Tasikmalaya.  “Menjadi ibu bekerja itu memang menantang, kita harus fokus dan disiplin agar semuanya terurus,” ujar lulusan Fakultas Hukum Universitas Jayabaya Jakarta ini.

Salbiah menerapkan pola didik yang disiplin dan mandiri bagi anak-anaknya. “Saya memberikan pengertian kepada anak-anak bahwa ibunya bekerja, makanya mereka terbiasa mandiri sejak kecil,” katanya. Terlebih ia tidak memiliki Asisten Rumah Tangga (ART) sehingga ketiga anaknya yang tinggal di Bekasi bahu-membahu saling menolong dan menjaga ketika Salbiah harus bekerja di luar kota. “Anak-anak jadi lebih kuat dan mandiri,” ujarnya. Kemandirian ini tertanam hingga anak-anaknya dewasa seperti sekarang ini. “Kemandirian anak-anak membuat saya tenang saat bekerja, jadi antara ibu dan anak saling support dan memberi kepercayaan,” ujarnya.

Walaupun terpisah jarak, sambungnya, namun Salbiah setiap hari selalu berkomunikasi dengan anak-anaknya. Bahkan ia memiliki grup Whatsapp yang beranggotakan 4 orang yakni Salbiah dan ketiga anaknya. “Di zaman yang serba canggih, tentu saya memanfaatkan teknologi untuk senantiasa dekat dengan anak-anak,” katanya. Ia selalu mengecek kegiatan anak-anaknya bahkan selalu memastikan anak-anak sudah pulang ke rumah pada malam hari. “Saya tidak bisa tidur kalau belum memastikan anak-anak sampai di rumah,” ujarnya. Di saat libur, Salbiah dan anak-anak selalu menghabiskan waktu bersama-sama. “Kalau pun ada acara saat weekend, saya selalu bawa anak-anak karena saya tidak ingin kehilangan momen quality time dengan mereka,” ujarnya. Ia dan anak-anaknya punya komitmen untuk meluangkan waktu saat weekend untuk melakukan kegiatan bersama-sama. “Ibu yang baik harus meluangkan waktu untuk anak-anaknya,” katanya. Salbiah pun selalu memberikan arahan terhadap pilihan hidup anak-anaknya. “Seorang ibu tidak bisa memaksakan kehendak anak. Saya mengarahkan anak-anak terhadap passion-nya masing-masing. Tugas ibu membimbing dan mengarahkan anak menuju kesuksesan,” katanya seraya mengatakan bahwa pendidikan agama adalah pondasi dasar.

Salbiah menerangkan, anaknya yang pertama menyukai bidang fashion, anak kedua tertarik pada dunia IT (Information Technology) dan anak bungsunya mendalami biologi.

“Saya bebaskan anak-anak untuk berkarir di bidang yang ia sukai. Yang penting mereka bahagia menjalaninya dan berusaha menjadi yang terbaik di bidang yang mereka pilih,” ujarnya. Ia percaya bahwa single parent bisa berhasil mendidik anak-anaknya dan berprestasi di karirnya. “Prinsip itu pula yang saya terapkan kepada pegawai perempuan di kantor, sebagai sesama ibu harus saling memotivasi agar bisa sukses di kedua bidang tersebut, yakni karir dan keluarga,” terangnya. (na)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.