Tanggap Darurat Ditambah Seminggu

115
0
Ez Alfian Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya

BPBD Akan Sediakan Tenda untuk Belajar
TASIK – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya Ez Alfian menyatakan masa tanggap darurat penanganan bencana gempa bumi diperpanjang. Semula tanggap darurat akan dicabut hari ini tanggal 22 Desember. Namun, BPBD memutuskan melakukan perpanjangan selama satu minggu ke depan.
“Karena memang kami kesulitan dalam pemulihan. Utamanya penghimpunan data yang begitu luasnya wilayah Kabupaten Tasikmalaya,” ungkap dia saat ditemui di kantornya Kamis (21/12).
Bagian tersulitnya, kata dia, melakukan verifikasi terhadap rumah terdampak gempa. Selain karena banyaknya jumlah bangunan yang rusak, akses jalan yang tidak mendukung juga menyulitkan petugas menjangkau lokasi. “Jalan dari kampung ke kampung yang lainnya cukup rumit bila dilalui,” ujar dia.
BPBD awalnya menargetkan verifikasi data selesai pada tanggal 20 Desember. Namun, sampai batas waktu yang ditentukan tidak juga tercapai. Setelah nanti verifikasi selesai, rencananya BPBD akan segera melakukan pemulihan. Untuk bantuan-bantuan bencana, dia mengatakan sampai saat ini masih terus mengalir. “Alhamdulillah sampai saat ini pun kami masih menampung bantuan logistik dan melakukan penyaliuran logistik,” katanya.
SIAPKAN TENDA BELAJAR
BPBD Kabupaten Tasikmalaya juga akan menyediakan tenda belajar untuk sekolah yang ruangannya rusak parah. Alfian mengatakan saat ini jumlah ruang sekolah yang mengalami kerusakan di Kabupaten Tasikmalaya mencapai 400 unit dan didominasi sekolah dasar. “Itu belum kami verifikasi dan baru versi Dinas Pendidikan,” tuturnya.
BPBD, kata dia, akan mengupayakan tenda belajar siswa bagi sekolah yang ruang kelasnya terdampak gempa bumi. “Sebelum masuk sekolah, siswa bisa belajar meskipun pakai tenda dan itu memang usulan dari Dinas Pendidikan,” katanya.
Rencananya, BPBD akan merenovasi ruang kelas agar bisa digunakan saat hari pertama masuk sekolah tanggal 2 Januari 2018.
Kebutuhan dananya tengah diusulkan kepada pemerintah pusat. “Saat ini kami konsen minimal saat masuk sekolah (ruang kelas) bisa digunakan,” tuturnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Tasikmalaya H Kundang Sodikin MPd mengungkapkan dari laporan yang dia terima jumlah bangunan sekolah yang rusak mencapai 150 ruang kelas. Tersebar di 23 kecamatan. Terbanyak di daerah Salawu. Di wilayah ini ada empat ruang kelas yang tidak bisa digunakan sama sekali. Yakni di SDN 5 Salawu dan SDN Puspasari. “Nanti yang ruangannya tidak bisa digunakan sama sekali, sementara menggunakan tenda terlebih dahulu,” jelas Kundang.
Untuk perbaikan ruangan yang mengalami kerusakan, lanjutnya, Disdikbud mengusulkan anggaran Rp 11,3 juta untuk rusak sedang dan Rp 15 juta untuk rusak berat. “Kebanyakan ruangan kelas di Kabupaten Tasikmalaya mengalami rusak sedang,” katanya. (ujg)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.