Tanggulangi Bancana, Pemkab Garut Siapkan Titik Pengungsian & Dapur Umum

54
0
TERENDAM. Ribuan rumah di Kecamatan Pameungpeuk dan Cibalong terendam banjir bandang, Senin (12/10). foto-foto: Yana Taryana / Rakyat Garut

Pemerintah Kabupaten Garut terus berupaya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat di wilayah selatan Garut yang terdampak banjir bandang. Salah satu upayanya yakni membangun titik-titik pengungsian sementara dan dapur umum.

“Untuk tempat pengungsian kita siapkan di kantor kecamatan, kantor koramil, polsek, dan kantor-kantor pemerintah yang dinilai aman,” ujar Bupati Garut H Rudy Gunawan kepada wartawan, Senin (12/10).

Baca juga : Diduga Positif, Tadi Sore 3 Warga Sambongjaya Kota Tasik Dijemput Tim Covid-19

Menurut dia, untuk mencukupi kebutuhan logistik di tempat pengungsian dan masyarakat terdampak banjir bandang ini, pihaknya sudah memasok beras sebanyak 10 ton ke lokasi bencana.

“Kita akan siapkan logistik untuk dapur umum. Kita juga akan drop beras dan kebutuhan lain,” terangnya.

Menurut dia, bencana di wilayah yang berada di selatan Kabupaten Garut itu merupakan ancaman baru bagi warga.

Sebab, ia menilai, baru kali ini terjadi banjir besar di wilayah itu. Dengan adanya kejadian itu, warga yang berada di pinggir aliran sungai ini harus mulai menyiapkan mitigasi. “Alhamdulillah tak ada korban jiwa. Tapi, kita minta yang lain harus tetap waspada,” terangnya.

Rudy mengatakan, dalam kejadian ini sedikitnya terdapat 5.000 warga di enam kecamatan yang terdampak bencana pada Senin (12/9).

Wilayah yang terjadi bencana banjir dan longsor di Kabupaten Garut di antaranya Kecamatan Pameungpeuk, Cisompet, Cibalong, Cikelet, Pamulihan dan Peundeuy.

“Kita masih hitung jumlah pastinya, tapi tak akan kurang dari 5.000 orang terdampak,” katanya.

Menurut dia, wilayah yang paling terdampak adalah Kecamatan Pameungpeuk. Banjir akibat luapan sungai yang terjadi di kecamatan itu setidaknya berdampak kepada 1.500 kepala keluarga (KK).

Selain merendam rumah warga, banjir di Kecamatan Pameungpeuk juga menghanyutkan tiga buah jembatan gantung.
Rudy menambahkan, saat ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut masih melakukan assesment atas dampak yang terjadi.

Sebab, bencana bukan hanya terjadi di Kecamatan Pameungpeuk, melainkan lima kecamatan lainnya, yaitu Cisompet, Cibalong, Cikelet, Pamulihan dan Peundeuy.

Kepala Desa Mandalakasih Iwan Darmawan menyebut, dengan adanya bencana ini pasokan air bersih paling dibutuhkan warga Kecamatan Pameungpeuk. Selain untuk minum, air bersih juga dibutuhkan untuk membersihkan lumpur di dalam rumah.

Selain itu, matinya aliran listrik membuat warga kesulitan untuk melakukan komunikasi.

“Kami juga harap listrik bisa cepat hidup. Soalnya jaringan listrik yang mati membuat komunikasi jadi susah. Sinyal telepon jadi jelek,” terangnya.

General Manager PT PLN (Persero) Unit Jawa Barat Agung Nugraha menyebut bahwa banjir yang terjadi di Garut selatan menyebabkan 298 gardu PLN Unit Induk Distribusi Jawa Barat terkena dampaknya. Saat ini, gardu-gardu tersebut masih terendam banjir.

Baca juga : 2 Sungai Meluap, 6 Kecamatan di Garut Banjir, Bupati kirim 10 Ton Beras

“Kami akan tetap melakukan pemantauan terhadap lokasi-lokasi terdampak banjir. Sementara kami amankan listriknya sampai benar-benar siap untuk dinyalakan agar masyarakat terhindar dari sengatan listrik,” ujarnya.

Agung juga memohon maaf dan pengertian kepada warga bila terjadi pemadaman listrik di lokasi yang terdampak banjir dan wilayah sekitarnya. “Terpaksa kami lakukan demi keselamatan warga yang terdampak banjir,” paparnya. (yna)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.