Tangkal Hoax, Buat Muamalah Medsosiah

197
0

JATIWARAS – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara SStat MBA mengatakan konten-konten hoax sangat rawan terjadi pada event politik, seperti pemilihan kepala daerah (pilkada), dan pemilihan gubernur (pilgub). Rata-rata hoaks politik itu saling menjatuhkan atau menjelekkan masing-masing calon.
“Itu (event politik, Red) paling rawan paling banyak disusupi konten hoax. Padahal itu tidak boleh,” katanya usai meresmikan Desa Broadband Pancamandala di Desa Mandala Mekar Kecamatan Jatiwaras kemarin (10/12).
Menyikapi itu, Kementerian Kominfo sudah bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk mengeluarkan program Muamalah Medsosiah. Isinya menerangkan tentang bagaimana seharusnya bermedia sosial. “Muamalah Medsosiah ini nanti fatwanya dikeluarkan oleh MUI,” ungkapnya.
Ia mengajak masyarakat untuk lebih bijak dan cerdas dalam menggunakan media sosial. Tidak membuat postingan-postingan yang isinya mengandung unsur fitnah, gibah dan namimah. “Hoax ini harus kita lawan bersama-sama dengan bermedia cerdas,” ajak dia.
Dalam pemberantasan hoaks menjelang event politik itu, kata dia, Kemenkominfo juga sudah berkerja sama dengan penyelenggara pemilu mulai dari KPU sampai dengan Bawaslu. “Termasuk menggandeng perusahaan-perusahaan media sosial yang ada di Indonesia,” tuturnya.
Untuk menangani portal atau website yang mengandung konten hoax, Kemenkominfo sudah membangun mesin khusus untuk pemberantas informasi-informasi palsu. “Itu akan diketahui isinya bertentangan tidaknya dengan UU ITE. Kalau ada akan langsung kita blok,” papar Rudi. (ujg)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.