Tangkal Penggunaan Narkoba, Anak Muda Harus Dibuat Sibuk

34
0
Dr H Tatang MPd Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis
Dr H Tatang MPd Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis

CIAMIS – Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis memberikan tips bagi orang tua dan guru untuk menghindarkan anak dari bahaya dari narkoba. Apalagi di Ciamis peredaran narkoba menyasar anak muda.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis Dr H Tatang MPd mengingatkan kepada guru untuk memberikan, mendidik, mengajar, melatih dan membimbing anak didik dalam kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler. Dengan begitu, anak-anak lebih fokus belajar, sehingga mereka tidak memikirkan penggunaan obat-obatan terlarang atau narkoba.

“Arahkan siswa untuk belajar di ekstrakurikuler sekolah sehingga membentuk budaya sekolah yang positif dan dengarkan penuh empati sehingga terjalin hubungan yang kuat antara guru dan anak-anak,” kata dia kepada Radar, Sabtu (7/12).

Peran orang tua juga, kata Tatang, penting untuk mendidik anaknya mempunyai karakter. Mereka dapat mengajak anaknya melaksanakan program Magrib Mengaji dan salat berjamaah. Karena melalui cara tersebut, tujuan melahirkan generasi penerus yang cerdas dan berperilaku islami dan berakhlak mulia bisa diwujudkan.

“Ataupun di rumah (orang tua, Red) bisa menggerakkan anaknya untuk mengikuti program Maghrib Mengaji sehingga terhindar keterlibatan anak-anak kita dari hal-hal yang menuju ke narkoba,” ujar dia.

Senada, Kepala Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah Pengurus HMI Cabang Kabupaten Ciamis Fajar Fanji Gumilar mengajak generasi milenial untuk meningkatkan inovatif dan kreativitas. Dengan demikian, mereka lebih produktif.

Dia pun mengimbau kepada kaum muda saat menjelang Tahun Baru, jangan sampai me­rayakannya secara berlebihan, apalagi de­ngan pesta pora yang justru kontra produktif.

“HMI Cabang Ciamis menyerukan agar tidak berlebihan dalam merayakannya dan kepada pihak keamanan agar dapat memastikan tidak ada peredaran miras serta barang terlarang lain menjelang pergantian Tahun Baru 2020,” katanya.

Satuan Reserse dan Kriminal Polres Ciamis, sebelumnya, berhasil mengungkap kasus penyalahgunaan narkoba jenis shabu-shabu dan ganja.

Jumat (6/12) sekitar pukul 10.00, Polres Ciamis mengekspose pengungkapan kasus penyalahgunaan narkoba. Mereka menunjukkan keberhasilan penangkapan BP (42), penyalahguna sabu-sabu asal Kota Bandung dan P (31), penyalahguna ganja asal Kabupaten Pangandaran. Sedangkan dua pengedar shabu-shabu JT dan pengedar ganja BR sampai kemarin masih buron. Mereka ditetapkan masuk ke dalam daftar pencarian orang (DPO).

Kapolres Ciamis AKBP Bismo Teguh Prakoso SH MH SIK menjelaskan bahwa Satuan Narkoba Polres Ciamis sejak 21-29 November telah mengungkap kasus penyalahgunaan narkoba. Kasus pertama, penyalahgunaan shabu-shabu oleh BP (42). Dia yang sebelumnya sudah diintai, ditangkap polisi saat bertransaksi di Alun-Alun Ciamis malam hari. Tepatnya di Jalan Jenderal Sudirman.

Dari BP, polisi menyita satu bungkus plastik klip transparan yang berisikan serbuk kristal yang diduga narkotika jenis sabu-sabu. Barang tersebut dibungkus tisu dan dililit lakban hitam di dalam amplop warna cokelat. Narkoba itu disimpan di dalam satu bungkus bekas rokok.

“Pelaku telah kita tetapkan tersangka, namun satu tersangka yang diduga pemasoknya inisial JT masih dalam pengejaran,” jelas Bismo. Para pengedar narkoba, kata Kapolres, menyasar kalangan pemuda di Ciamis.

Akibat perbuatannya, BP ditetapkan menjadi tersangka. Dia diduga melanggar pasal 112 ayat (1) jo pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara 4 tahun sapai dengan 12 tahun denda minimal Rp 800 juta maksimal Rp 8 miliar. “Kasus peredaran shabu ini masih kita dalami,” ujar Kapolres.

Untuk kasus kedua yaitu tindak pidana penyalahgunaan narkotika jenis daun ganja kering. Modus operandi, tersangka memiliki, menyimpan, menguasai dan menggunakan narkotika jenis daun ganja kering.

Polisi menetapkan P (31) asal Kalipucang Kabupaten Pangandaran sebagai tersangka. Dia ditangkap di Kecamatan Kalipucang Kabupaten Pangandaran berikut barang bukti sisa pakai narkotika jenis daun ganja kering. Narkotika itu dibungkus kertas nasi warna cokelat yang dimasukkan ke dalam bungkus rokok.

“Untuk saat ini kita juga buru temanya yakni BR yang masih DPO,” paparnya.

Tersangka P disangka melanggar pasal 111 ayat (1) jo pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara 4 tahun sampai dengan 12 tahun denda minimal Rp 800 juta sampai Rp 8 miliar.

“Jadi jangan coba-coba bermain di barang haram hukumannya jelas berat, alangkah baiknya kita melakukan upaya kegiatan yang baik-baik di masyarakat dan berbisnis yang legal dan halal,” ujar perwira menengah ini. (riz/isr)

loading...
Halaman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.