Tangkap Pelaku, Sita 40 Linting Tembakau Gorilla

117
EKSPOSE. Kapolres Banjar AKBP Matrius SIK, MH didampingi Wakapolres Kompol drs Ade Najmuloh menunjukkan barang bukti obat-obatan terlarang dan tembakau gorilla dari para pelaku Rabu (11/7).

BANJAR – Polres Banjar mengamankan lima orang pelaku yang diduga mengedarkan obat-obatan terlarang dan narkotika. Kelima pelaku itu diamankan di tempat dan waktu berbeda.

Kapolres Banjar AKBP Matrius SIK, MH mengatakan dalam kasus peredaran obat, polisi mengamankan MA dan IL. Awalnya polisi menangkap MA di rumah orang tuanya di Desa Neglasari Rabu (4/7). Saat dilakukan penggeledahan, ditemukan sebanyak 28 butir obat jenis hexymer dalam bungkus rokok dalam tas hitam.

“Kita tangkap MA berdasarkan hasil penyelidikan satuan narkoba,” ujarnya kepada wartawan usai press release didampingi Wakapolres Kompol drs Ade Najmuloh.

Kata dia, setelah dilakukan pemeriksaan terhadap MA diketahui bahwa obat didapat dari IL, warga Cikarang Kabupaten Bekasi. Selanjutnya tim melakukan pengejaran dan menangkap IL di rumahnya.

Saat dilakukan penggeledahan, anggota mendapati 1.027 butir obat jenis tramadol dan 374 butir jenis hexymer dan uang tunai sebesar Rp 60 ribu.

“Tersangka beserta barang bukti dibawa ke Polres Banjar guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” imbuhnya.

Kata dia, keduanya dijerat pasal 196 Jo pasal 197 Jo pasal 198 Undang-Undang RI Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman paling lama 10 tahun denda Rp 1 miliar.

Sementara itu, tiga pelaku lainnya terlibat dalam penyalahgunaan narkotika jenis gorilla. Mereka yakni IR, AJ dan RP. Dari tangan ketiganya polisi mendapat 40 linting tembakau gorilla. Penangkapan dilakukan pada Mei lalu.

“Ketiganya merupakan warga Lampung yang mengontrak di Kota Banjar, sehingga kita imbau masyarakat untuk waspada menerima tamu dari luar kota,” ungkapnya.

Akibat perbuatannya, ketiga pelaku dijerat pasal 114 ayat 1 dan pasal 111 ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman penjara paling lama 20 tahun atau denda Rp 10 miliar. (nto)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.