Penertiban Tanpa Nyali, PKL Bakal Tetap Ada

28
AKTIVITAS PKL. Kawasan andesit di Taman Kota (Tamkot) dijadikan tempat pedagang kaki lima (PKL), Jumat (15/2). RANGGA JATNIKA / RADAR TASIKMALAYA

CIHIDEUNG – Pengamat politik dan pemerintah Tasikmalaya Asep M Tamam menilai Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya belum berani menertibkan seluruh pedagang kaki lima (PKL) yang menjamur di pusat kota. Tanpa ada keberanian, maka PKL akan tetap ada.

Pemkot harus punya kemauan keras dalam menertibkan PKL. Selain itu, penertiban juga tidak boleh tebang pilih hanya menyasar PKL di Taman Kota (Tamkot), tetapi harus ke seluruh titik. “Pemerintah Kota Tasikmalaya belum bisa menyelesaikan permasalahan PKL ini. Kalau di Bandung kan sudah bisa,” tutur dia kepada Radar, Selasa (19/2).

Sejak Kota Tasikmalaya dimekarkan dari Kabupaten Tasikmalaya, belum pernah ada wali kota yang mampu menuntaskan masalah keliaran PKL. Para pemimpin terdahulu dan sekarang Budi-Yusuf sama-sama tidak punya keberanian mensterilkan PKL di tempat-tempat yang tidak semestinya. Seharusnya seorang pemimpin itu mampu memberikan solusi ketika muncul masalah. Termasuk solusi bagi PKL yang melanggar seperti di Tamkot. “Jadi kalau memang mereka mau ditertibkan harus ada solusinya,” ujar dia.

Menurut Asep, solusi relokasi bagi PKL merupakan langkah yang relatif aman. Bila mereka diusir tanpa diberi tempat baru maka bisa memicu kegaduhan. Dengan relokasi, PKL masih tetap bisa berjualan. “Saya kira itu akan diterima dengan baik oleh para pedagang,” kata dia.

Anggota Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya Dede Muharam menyatakan pemerintah tidak boleh menertibkan PKL tanpa relokasi. Mereka harus tetap diberi tempat untuk memenuhi kebutuhan hidup. “Saya minta manusiakan mereka, jangan hanya ditertibkan tanpa diberi solusi,” ujar dia.

Selain itu, kata dia, bila pemkot ingin menertibkan PKL jangan hanya yang berada di Tamkot. Seluruh PKL yang melanggar harus ditertibkan.

Siap Berdebat Pertahankan Lapak

Para pedagang kaki lima (PKL) di kawasan batu andesit Tamkot siap berdebat dengan Pemkot Tasikmalaya untuk mempertahankan haknya berjualan. Mereka pun siap bertahan walaupun pasukan Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP-Damkar) menertibkannya.

“Kami siap adu argumen untuk mempertahankan hak kami,” ujar Sekretaris Perkumpulan Pedagang Masyarakat Kota Tasikmalaya (Pekmatas) Dadang Budiana.

Pekmatas juga akan melakukan aksi damai Jilid II bila pemkot tidak memberikan solusi yang tepat dalam menertibkan PKL Tamkot. “Kami sebetulnya siap ditertibkan dalam artian ditata tidak diusir dari Tamkot,” ucap dia.

Menurut dia, PKL berjualan di Tamkot itu juga sebagai bentuk solusi di mana sebelumnya ketika PKL berdagang di sekeliling Masjid Agung telah mengganggu arus lalu lintas. “Kami berjualan tidak melanggar karena taman ini milik masyarakat termasuk kami. Justru sebelumnya kami berjualan di bahu jalan yang melanggar,” katanya mengklaim.

Efek perpindahan PKL dari bahu jalan di sekeliling Masjid Agung ke batu andesit Tamkot, kata dia, berdampak positif. Arus lalu lintas tidak lagi macet. Dadang meminta penertiban PKL Tamkot dibatalkan. Bila tetap dilaksanakan, maka akan banyak keluarga yang tidak bisa mencari nafkah.

“Toh kami juga berjualan di sini membantu program pemerintah yakni pengentasan kemiskinan dan lapangan pekerjaan,” ujar dia. (ujg)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.