Target Swasembada Sulit Tercapai

31

JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) berusaha keras mewujudkan swasembada bawang putih pada 2021. Namun saat ini Pemerintah masih bergantung dari impor. Jika keran impor masih terus dibuka, rasanya tidak mungkin bisa mewujudkan mimpi tersebut.

Direktur Jenderal Hortikultura Kementan Suwandi mengatakan, sesuai arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, bagi importir yang diwajibkan tanam bawang putih diberi tenggat waktu hingga 31 Desember 2018 untuk menyelesaikan tanamnya. Kewajiban tanam ini salah satu langkah untuk swasembada bawang putih.

“Bagi yang telah menyelesaikan kewajibannya, kami akan beri reward pada pengajuan Rekomendasi Impor Produk Impor Produk Hortikultura (RIPH) 2019 nanti. Bagi yang tidak memenuhi, pasti kita akan evaluasi nanti setelah tanggal batas tersebut,” ujarnya Selasa (18/12).

Inspektur Jenderal Kementan Justan Riduan Siahaan mengklaim sejauh ini pola kemitraan antara pelaku usaha dengan petani bisa berjalan baik. Salah satu buktinya di Humbang Hasundutan Sumatera Utara, dengan menyisihkan seribu perak per kilo dari keuntungan usaha impor bawang putih, cukup untuk modal usaha tanam termasuk membayar tenaga kerja.

“Untungnya dibagi antara petani atau pemilik lahan dengan importir. Ternyata jalan kok. Sudah saatnya importir turut peduli menyejahterakan petani,” kata Justan.

Kepala Subbagian Satuan Tugas (Satgas) Ketersediaan Pangan Mabes Polri Kombes Pol Anton Sasono mengingatkan agar kebijakan wajib tanam bawang putih dapat dilaksanakan tanpa mengganggu stabilitas pasokan dan harga bahan pangan.

“Kami akan tegas kepada siapapun yang mencoba mengganggu ketersediaan pangan. Karena ini sangat sensitif,” tegas dia.

Pengamat Pertanian jebolan ITB Juli Yulianto mengatakan, pesimis swasembada bawang putih akan terwujud. Sebab Pemerintah masih ketergantungan terhadap bawang putih impor hingga 98%.

“Boleh aja deh pemerintah menetapkan swasembada bawang putih 2021. Artinya dalam jangka tiga tahun lagi, target tersebut harus tercapai. Namun dengan kondisi yang ada, memang tidak mudah untuk mencapai target tersebut,” katanya Selasa (18/12).

Lanjut dia, banyak hal yang harus diselesaikan pemerintah terutama benih bawang putih yang masih mengandalkan dari impor. Artinya pemerintah harus menyelesaikan dahulu persoalan benih.

“Selain itu yang mesti pemerintah selesaikan adalah dalam hal ketersediaan lahan. Pemerintah boleh saja mengklaim ketersediaan lahan ada, tapi itu semua harus dibuktikan seberapa besar peningkatan produksi dalam rentang waktu tiga tahun. Kita juga meski belajar pengalaman dari kedelai, kita kerap kalau menetapkan target swasembada, tapi selalu terganjal,” tukas dia. (din/fin)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.