Tarif Parkir Naik, Warga Kota Tasik Marah.. KaDishub & UPT tak Ngantor

553
0

KOTA TASIK – Kado istimewa Pemkot Tasik di tahun 2020 melalui Dinas Perhubungan (Dishub), adalah kenaikan tarif parkir yang nilainya fantasis sekitar 200 persen.

Kenaikan yang memberatkan warga itu dikuatkan dengan payung hukum Peraturan Wali Kota (Perwalkot) Nomor 51 tahun 2019 tentang Perubahan Tarif Retribusi Parkir.

Pihak Dishub sendiri menjelang malam tahun baru memasang plang yang berisikan nilai kenaikan tarif parkir. Yaitu motor Rp 3.000, mobil kecil Rp 4.000, mobil box Rp 5.000 dan truk Rp 6.000. Hal ini tentunya menimbulkan polemik di masyarakat pengguna jalan.

“Mahal banget sekarang parkir di jalanan pusat kota. Kalau mau seperti ini harusnya tiap kami bayar parkir juga dibarengi dengan struknya dong,” keluh Iwan Kustiwa (45), yang sedang parkir motor di Jalan Dr Soekarjdo kepada radartasikmalaya.com, Jumat (3/1) siang.

“Atau seperti di Kota Bandung. Satu jam pertama Rp2.000. Lalu jam selanjutnya naik jadi Rp.3000. Jadi setelah 1 jam naik Rp 1.000 dari harga biasa. Ini mah naiknya seperti dipaksakan dan seperti ada misi lain dibalik naiknya harga parkir ini. Kami keberatan,” sambung pria berkacamata ini.

Hal senada dikeluhkan juga salah seorang tukang parkir, Asep (54), yang mendadak dirinya dalam beberapa hari ini mendapat keluhan dari pengguna kendaraan yang parkir. “Padi ngomel semua kang. Kemahalan bayar parkirnya. Saya juga kena dampaknya,” tuturnya.

Terang dia, dampak tersebut tak hanya omelan para pengguna kendaraan. Tetapi uang hasil parkir yang harus disetorkan ke Dishub juga menjadi naik.

“Sebelum ada kebijakan ini tiap bulan harus setor Rp 1.400.000. Sekarang setelah ada Perwalkot ini jadi naik setoran. Jadi Rp 2.700.000,” terangnya.

Walaupun demikian, tambah dia, dirinya terpaksa mentaati hal ini karena telah menjadi aturan yang diterapkan Pemkot.

Tetapi, dia sempat mendengar kenaikan harga ini ada hubungannya dengan rencana Pemkot bekerjasama dengan pihak ketiga.

“Ada kabar dan pernah saya dengar di akhir tahun lalu. Katanya mau ada parkiran di pusat kota yang dipihak ketigakan. Tapi semoga tidak jadi. Karena nasib kami mau bagaimana kedepannya. Sudah tak digaji, kami kan mengandalkan kelebihan dari setoran,” tambahnya.

Sementara itu pihak Dishub sendiri hingga berita ini masuk ke dapur redaksi belum berkomentar apapun. Sebab, kepala Dishub sedang izin tak ngantor. Begitupun dengan kepala UPTD Pengelola Parkir sedang izin tak masuk kantor.

Sedangkan wakil rakyat di DPRD Kota Tadik khususnya Komisi II, dari jam 13.00 WIB sedang melakukan rapat tertutup membahas kenaikan tarif parkir melalui Perwalkot ini.

“Kita mau baru rapat komisi. Kita akan komen setelah itu ya,” singkat Ketua Komisi II, Andi Warsandi.

(rezza rizaldi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.