Awalnya Keluarga Mengira Benjolan Sebagai Tanda Lahir

Tasa Diduga Menderita Tumor

223
0
ISTIMEWA PENYAKIT. Tasa, bayi 11 bulan warga Gunungsari, Sukaratu diduga menderita penyakit tumor tulang belakang.
Loading...

SUKARATU – Tasa, bayi berusia 11 bulan warga Kampung Cibodas, Desa Gunungsari Kecamatan Sukaratu mengalami kelainan tulang belakang. Agus (42) dan Siti Saripah, orang tua Tasa menjelaskan anaknya terkena tumor, itu setelah diperiksa di RSUD SMC.

Ari Fitriah (27), bibi dari Tasa mengatakan keponakannya sejak lahir sudah terdapat benjolan di bagian tulang belakang. Namun, lama-lama ukurannya membesar di sekitar pantat. “Awalnya keluarga menyangka benjolan itu tanda lahir saja, sehingga tak khawatir,” ujarnya kepada Radar, Kamis (21/3).

Awalnya, lanjut dia, Tasa biasa-biasa saja. Mulai dari buang air besar dan kecil pun dengan cara normal. Namun, setela benjolan di tulang belakang semakin terlihat. Pantat dan sekitar paha membesar hingga ke perut yang kondisinya mengeras. Sekarang buang air kecil juga sulit. “Akhirnya keluarga membawanya ke RSUD SMC,” katanya.

Tasa mendapatkan perawatan di RSUD SMC selama satu malam. Pihak rumah sakit memasangkan alat seperti selang untuk buang air kecil Tasa. “Berdasarkan keterangan rumah sakit, Tasa menderita penyakit tumor yang menyerang tulang belakang,” kata Ari.

Jelas Ari, pihak RSUD SMC merujuk Tasa ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. Namun, syaratnya harus memiliki kartu BPJS. Sementara, Tasa belum memilikinya dan harus membuat dulu. “Akhirnya Tasa di bawa lagi ke rumah,” terangnya.

Loading...

Kemudian, ada dermawan yang memberikan bantuan kepada Tasa untuk diperiksa secara serius di RS TMC. Namun, sejauh ini belum ada hasilnya karena masih proses pemeriksaan. “Rencananya Senin (25/3), akan pemeriksaan lanjutan di dokter saraf,” ungkapnya.

Ari berharap uluran tangan dari dermawan dan pemerintah. Mengingat, orang tua Tasa hanya kuli bangunan dengan penghasilan tak tentu. Karena, Tasa harus segera dioperasi untuk kesembuhannya. Mengingat, saat ini Tasa selalu menangis karena rasa sakit yang dialami.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya, dr Faisal Soeparyanto mengatakan akan menindaklanjuti adanya balita yang mengalami kelainan tulang belakang. Termasuk memberikan bantuan untuk pengobatannya.

Lanjut dia, kelainan ini terjadi biasanya sejak bayi dalam masih kandungan. “Biasanya ini disebabkan makanan. Seperti makanan yang disimpan terlalu lama seperti ikan asin, makanan kaleng, rokok dan lainnya,” pung­kas­nya.

Pembina Komunitas Sahabat Anak (KASA), Ajat Sudrajat mengaku sudah me­la­kukan gerakan penggalangan dana untuk membantu pengobatan Tasa. “Mudah-mudahan banyak yang membantu supaya Tasa segera men­dapatkan perawatan medis,” pungkasnya. (obi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.