Dinas-Dinas Baru 20 Persen Setorkan Data

Tasik Berbudi Terganjal Kekompakan

45
0
PAPARAN. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tasikmalaya H Asep Maman Permana MSi memaparkan rencana program dinasnya dalam musrenbang sektoral di Hotel Crown Kamis (21/2).Firgiawan / Radar Tasikmalaya

CIPEDES – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tasikmalaya bertekad untuk bisa segera mewujudkan Tasik Berbudaya Digital (Tasik Berbudi). Untuk bisa mencapainya, ada beberapa program kerja yang sudah disiapkan untuk dilaksanakan di 2019, termasuk program kerja yang mulai dirancang untuk 2020.

Kepala Diskominfo Kota Tasikmalaya H Asep Maman Permana MSi mengatakan dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Sektoral Dinas Kominfo Kota Tasikmalaya, Kamis (21/2) di Hotel Crown, dari dua bidang kerja yang ada di dinasnya, akan memfokuskan pada beberapa hal penting. Pertama dalam memberikan akses internet terhadap masyarakat akan dibangun jaringan terintegrasi sebanyak 300 titik, yang terbagi untuk lembaga pemerintahan, lembaga pendidikan serta lembaga kesehatan.

“Pengerjaan pemasangan jaringan ini akan dimulai di tahun 2019 dan ditargetkan selesai secara keseluruhan di tahun 2020. Itu salah satu program yang mendukung terwujudnya Smart City atau Tasik Berbudi,” tuturnya.

Lewat pemasangan jaringan internet itu, diharapkannya mampu memenuhi kebutuhan masyarakat berkaitan informasi. Termasuk, berkaitan pembangunan yang selama ini dilaksanakan Pemkot Tasikmalaya. “Maka untuk menunjang itu, kita juga menargetkan untuk memiliki satu orang admin penyedia data di setiap instansi pemerintah. Sehingga, pembangunan atau informasi yang dibutuhkan masyarakat kaitan Kota Tasik bisa disediakan,” terangnya.

Namun, kata Asep, cukup disayangkan dalam memenuhi kebutuhan data, Diskominfo menghadapi kesulitan yang cukup serius. Dari sekian instansi di Pemkot Tasikmalaya hanya 20 persen saja yang sudah rutin menyerahkan data yang harus disebar luaskan terhadap masyarakat. “Data itu ada di masing-masing dinas. Tugas kita (Diskominfo, Red) menghimpun data tersebut, kemudian diolah dan disajikan sebagai informasi terhadap masyarakat,” ucap Asep mengeluhkan.

Apalagi, Lanjut dia, saat ini sudah ada peraturan yang mengatur terkait sistem pengumpulan data secara elektronik. Untuk itu, Pihaknya berharap ke depan ada regulasi daerah untuk mengatur sistem pengumpulan data. “Minimal ada perwalkotnya, supaya semua dinas tepat waktu dalam mengumpulkan data-data yang dibutuhkan,” ujarnya. (igi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.