Tasik Motekar Dikeluhkan karena Harus Bayar Tiket

341
0
SEPI. Suasana di kawasan Tasik Motekar, kompleks Pemkab Rabu siang (24/7). Pengunjung mengeluhkan penarikan karcis saat pertunjukkan di malam hari. UJANG NANDAR / RADAR TASIKMALAYA

SINGAPARNA – Pengunjung event Tasik Motekar mengeluhkan adanya pungutan saat akan masuk dan menonton pertunjukkan Hari Jadi Kabupaten Tasikmalaya ke-387 di malam hari.

Salah satu pengunjung, Dani (27) warga Cikiray Desa Sukamulya Kecamatan Singaparna mengaku heran ketika berniat melihat pertunjukan di Tasik Motekar, kompleks Pemkab Tasikmalaya, Selasa malam (23/7), malah harus membayar Rp 5.000. Saat itu ada pertunjukkan musik.

“Saat akan masuk diminta Rp 5000. Katanya untuk bayar parkir dan tiket masuk,” kata dia kepada wartawan Rabu siang (24/7).

Padahal, informasi yang dirinya terima, untuk melihat pertunjukan di Tasik Motekar gratis. Tetapi kenyataannya memang membayar tiket. “Termasuk parkir di dalam kompleks pemerintahan juga bayar Rp 2.000,” ujar dia.

Tak hanya Dani, di media sosial juga ramai atas kasus penarikan uang untuk masuk ke kawasan pertunjukkan Tasik Motekar tersebut.

“Asa kirang merenah pami dina acara ultah Hari Jadi Kabtas (Kabupaten Tasikmalaya, Red), bade lebet ka lokasi oge kedah bayar tiket masuk. Punten sanes ewel ku duit 5000 ngan asa tepantes we ceuk kuring mah ari dina pesta rakyat mah…” tulis Putu Galunggung di Forum Diskusi Terbuka Masyarakat Tasikmalaya.

Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Singaparna Asep Abdul Rofik juga sempat mendengar adanya keluhan masyarakat mengenai adanya pungutan tiket masuk ke pertunjukan Tasik Motekar itu. “Padahal harusnya itu gratis karena memang pestanya rakyat Kabupaten Tasikmalaya,” kata Asep saat dihubungi Radar, Rabu (24/7).

Tokoh muda NU ini berharap ada tindakan terhadap pihak-pihak yang menarik tiket masuk tersebut. Karena sejak awal event Tasik Motekar yang dilaksanakan di Kompleks Pemerintahan Jalan Bojongkoneng itu gratis dan bisa dinikmati masyarakat Kabupaten Tasikmalaya. “Jangan malah menjadi beban bagi masyarakat dengan adanya pungutan,” ujar Asep yang juga Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor ini.

Sementara itu Ketua Panitia Peringatan Hari Jadi Kabupaten Tasikmalaya ke-387 Safari Agustin menjelaskan untuk menyaksikan event Tasik Motekar, pengunjung tidak dipungut biaya atau tiket, karena itu pesta rakyat dan bagian rangkaian Hari Jadi Kabupaten Tasikmalaya ke-387.

“Penarikan uang tiket masuk hal itu merupakan ulah oknum masyarakat yang memanfaatkan momen untuk kepentingan pribadi,” ujar Safari Agustin saat dikonfirmasi Radar, Rabu (24/7).

Pihak Panitia Tasik Motekar, kata Safari, menerima laporan adanya penarikan uang tiket masuk. Panitia sudah melakukan pencarian terhadap oknum masyarakat yang melakukan pungutan tiket itu.

“Kami sudah melakukan sweeping bersama Satpol PP dan petugas kepolisian. Kami tegaskan masuk ke Tasik Motekar itu gratis. Tanpa pungutan sepeser pun,” kata dia menjelaskan. (ujg)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.