Tasik Punya 29 Curug, 318 Gua

151
POTENSI WISATA. Curug Batu Blek, salah satu potensi wisata di Desa Santana Mekar Kecamatan Cisayong. Di Kabupaten Tasikmalaya terdapat 29 curug dan 318 gua. RADIKA ROBI RAMDANI / RADAR TASIKMALAYA

TASIK – Keanekaragaman pariwisata dan budaya Kabupaten Tasikmalaya diharapkan dapat menopang tumbuhnya perekonomian daerah.

Hal itu dikatakan Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pariwisata dan Pemuda Olahraga (Disparpora) Drs H Epi Hepi Mulyajaya.

“Dalam hal ini perlu adanya sinergitas antara pemasaran, branding serta promosi melalui media. Dibutuhkan kerja sama antara pemerintah dengan Perhutani, karena lebih dari 80 persen kawasan wisata merupakan milik dan ada di wilayah Perhutani,” ujar Epi Selasa (19/3).

Kabupaten Tasikmalaya, kata Epi, memiliki potensi wisata yang cukup menjanjikan. Yaitu 29 curug (air terjun), sembilan pemandian air panas, dua sungai, enam situ, delapan pantai, 318 gua, empat agrowisata, satu taman lindung, 55 situs cagar budaya, 15 upacara adat, 15 lokasi ziarah, dua museum, satu waterboom, satu sirkuit motorcross dan enam desa wisata.

Di Kabupaten Tasikmalaya juga terdapat 13 hotel, 24 restoran, sembilan sentra cenderamata, dua pramuwisata, enam biro perjalanan, 150 kios makanan dan minuman, 150 home stay, enam kolam renang dan sembilan usaha perjalanan wisata.

Pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) telah dicantumkan pariwisata sebagai salah satu visi pembangunan Kabupaten Tasikmalaya. Untuk mewujudkannya diikuti dengan penguatan kelembagaan dan dukungan anggaran.

“Potensi pariwisata di Kabupaten Tasikmalaya akan lebih tergali dan ditingkatkan kualitasnya. Tinggal penguatan kelembagaan, termasuk penguatan sumber daya serta anggaran yang memadai,” ungkapnya.

Ketua Forum Penyelamat Ekonomi Rakyat (FPER) Kabupaten Tasikmalaya, Asep Abdul Rofik SH, sebelumnya, mengatakan potensi-potensi wisata di daerah jangan dianggap remeh. Karena, wisata bisa menjadi penggerak ekonomi rakyat.

“Kalau pemerintah jeli, wisata ini bisa menjadi penggerak ekonomi kerakyatan yang ada di daerah. Dampaknya, jelas kesejahteraan masyarakat meningkat,” ujarnya kepada Radar, Senin (18/3).

Asep menyayangkan banyaknya potensi wisata di Kecamatan Cikatomas tidak tersentuh perhatian. Padahal, wisata-wisata tersebut sangat potensi menjadi destinasi wisata di Kabupaten Tasikmalaya.

“Ketika wisata-wisata tersebut berkembang dan banyak dikunjungi wisatawan, otomatis akan meningkatkan pendapatan asli daerah dan kesejahteraan masyarakat,” bebernya. (obi)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.