Tasik Raya FC, Harapan Baru Kota Resik

636
0
KLUB BARU. Para pemain Tasik Raya FC saat menjuarai Liga Askot PSSI Kota Tasikmalaya U-23 pada 2018 di Lapangan Mugarsari Tamansari.

CIHIDEUNG – Kota Tasikmalaya kini memiliki dua klub sepak bola yang terdaftar di Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI): Persikotas dan Tasik Raya Football Club (FC). Tasik Raya FC sebagai klub baru akan melakoni Liga 3 Seri 2 tahun ini.

Direktur Teknik Tasik Raya FC Andi Tubagus menyebutkan, terbentuknya Tasik Raya FC itu berawal dari orang tua siswa Sekolah Sepak Bola (SSB) Putra Junior yang kebingungan untuk melanjutkan karier sepak bola anak-anaknya yang sudah berusia 13 tahun.

“Di tahun 2016 ketika para orang tua siswa SSB Putra Junior, kepikiran anak-anaknya mau lanjutkan bersepak bola ke mana?” ucapnya saat ditemui di UPTD Pengelola Dadaha, Senin (17/6).

Para orang tua, kata dia, berinisiatif mendorong anak-anaknya untuk terus mengikuti kompetisi di usia SMA melalui ajang Football Junior League (FJL) Jawa Barat yang digelar Badan Liga Sepak Bola Indonesia (BLSI).

Pada momen itulah Tasik Raya FC muncul. Bahkan, logo klub pun didesain mendadak asalkan para siswa bisa ikut ajang tersebut setelah di usia dini sibuk mengikuti kompetisi kelas SSB.

“Tumbuhlah di sana nama Tasik Raya FC di 2017 untuk kelompok usia 13-15 tahun. Dan logo sendiri saya yang desain bersama orangtua siswa SSB dan sepakat digunakan sampai sekarang paten nama Tasik Raya FC yang punya dua binaan usia 2004-2005,” kata Andi.

Menurut dia, orang tua siswa SSB Putra Junior khawatir bakat dan potensi anak-anaknya tidak terasah ketika tak ada jenjang pembinaan lanjutan. Saat itu, pengurus Tasik Raya FC yang diketuai pesepak bola senior Dudi Elang menyayangkan apabila kader yang sudah dibina tidak melanjutkan kariernya.

“Jadi satu kumpulan pesepak bola yang berinisiatif terutama orang tua yang anaknya ikut SSB menyelamatkan supaya bisa terus bersepak bola. Alhamdulillah dua tahun kontinu ikut kompetisi dan tahun ini kita siapkan untuk Liga 3,” kata Andi.

Talent Scouting Asprov PSSI Jawa Barat itu mengatakan, pada 2018, pihaknya membentuk Yayasan Tasik Raya sebagai badan hukum dan syarat keikutsertaan Liga 3. Yayasan yang diketuai Tantan Bustanudin itu akan concern membina atlet di Football Club (FC) dan Soccer School (SS).

“Kami tetap melakukan pembinaan usia dini supaya tidak kehabisan stok pemain dalam mengembangkan mereka setelah SS masuk ke FC. SS latihan di Cigeureung, FC latihannya di Cikaret Cihaurbeuti,” ujar dia.

HARGAI PERSIKOTAS

Direktur Teknik Tasik Raya FC Andi Tubagus tidak ingin keberadaan Tasik Raya FC memicu persaingan yang panas dengan Persikotas. Klub baru ini lebih fokus pada pembinaan para pemain lulusan SSB dan bibit-bibit muda lainnya.

“Kita tidak berharap jadi memanas. Justru ini wadah dalam membina pemain setelah lulus SSB. Kalau ada yang terpakai pemain di bawah binaan kami silakan apabila Persikotas hendak rekrut. Kita pun terbuka siswa SSB lain yang ingin berjenjang ke Tasik Raya. Buat stock holder pemain Kota Tasikmalaya setiap generasi,” tuturnya.

Menurut dia, selama mengarungi Liga 3, Persikotas lebih banyak memakai pemain dari luar daerah. Hampir 80 persen. Dengan demikian, peluang untuk pemain lokal Kota Resik untuk berlaga di Liga 3 sangat minim.

“Tasik Raya jangan jadi kekhawatiran, kita masih amatir dan tujuannya penyelamatan karier anak didik. Jam terbang belum seluas Persikotas yang sudah mengarah penggalangan prestasi,” ujar dia.

Penyokong dana Tasik Raya saat ini belum banyak. Bahkan, orang tua siswa pun turut serta mendanai secara sukarela.

“Ketika daftarkan klub ke PSSI juga Rp 25 juta kami rereongan. Ini untuk menyelamatkan kaderisasi sepak bola Tasik,” ucapnya.

Saat ini, Tasik Raya FC tidak berambisi untuk langsung mengejar juara, tetapi lebih fokus menggembleng pemain supaya tampil maksimal untuk beberapa kompetisi ke depan.

Pihaknya menargetkan bisa tembus ke Liga 3 Seri 1 sehingga bisa mengibarkan kembali eksistensi persepakbolaan Kota Tasikmalaya di mata nasional.

“Kami komitmen setiap tahun hadir di kompetisi resmi PSSI. Termasuk besok Juli pemain kami ikut Popwilda 2019 yang membawa nama daerah,” tuturnya. (igi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.