Tasik Siaga Corona, Waspadai Demam dan Sesak Napas Hindari Interaksi dengan Binatang

24928
0
ANTISIPASI CORONA. Seorang petugas kesehatan Indonesia memeriksa salah seorang penumpang di Bandara Internasional Lombok, Nusa Tenggara Barat Minggu (26/1). Kini pengawasan kesehatan di setiap bandara mengalami peningkatan seiring dengan mewabahnya virus corona di berbagai negara. Syaiful Amri / Fin

TASIK – Wabah virus corona mulai menyebar ke beberapa negara di Asia. Meskipun belum terindikasi masuk Indonesia, namun kewaspadaan perlu dijaga termasuk di Kota Tasikmalaya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya dr Uus Supangat menyebutkan sementara ini Kota Tasikmalaya terbilang aman dari wabah virus corona. Untuk itu, masyarakat tidak perlu khawatir dan tetap tenang. “Alhamdulillah tidak ada, dan jangan sampai ada di Kota Tasikmalaya,” ujarnya kepada Radar, Minggu (26/1).

Baca juga : Sejak Awal Tahun, 23 Warga Kota Tasik Idap DBD

Namun demikian, kesiagaan tetap perlu dilakukan, dimana pihaknya pun akan melakukan penguatan informasi melalui Puskesmas. Begitu juga masyarakat yang harus reaktif ketika muncul gejala demam dan gangguan pernafasan. “Karena gejalanya seperti flu, serta mengganggu pernapasan,” ujarnya.

Saat ini, Kota Tasikmalaya belum memiliki fasilitas memadai untuk menangani penderita yang terjangkit virus yang berasal dari Wuhan, Cina tersebut.

Kemungkinan, kata Uus, akan dirujuk ke RS Hasan Sadikin Bandung yang lebih representatif. “Kalau penanganan awal mungkin bisa, tapi lebih lanjut harus melakukan pengisolasian dan di Kota Tasik belum ada,” terangnya.

Untuk antisipasi lebih jauh, pihaknya pun akan melakukan koordinasi dengan Kantor Imigrasi supaya mengimbau warga yang akan bepergian ke negara-negara tertentu di Asia. Begitu juga dengan Bandara Wiriadinata supaya bisa melakukan pengecekan dan sterilisasi. “Meskipun Bandara domestik, kewaspadaan tetap perlu,” katanya.

Terpisah, Wadir Umum RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya H Deny Diyana mengatakan secara kelembagaan pihaknya belum mendapat instruksi apapun. Tetapi dari hasil komunikasi dengan unsur TNI, seluruh wilayah memang perlu waspada. “Mudah-mudahan tidak ada (di Kota Tasik, Red), tapi tetap perlu waspada,” terangnya.

Masyarakat pun diimbau tidak menyepelekan ketika mengalami gejala demam dan sesak napas. Selain untuk mendeteksi penyakit berat, juga antisipasi munculnya virus corona. “Dan yang penting terapkan pola hidup bersih dan sehat, hindari interaksi dengan binatang,” pungkasnya.

Masih Aman

Pemerintah menegaskan tak ada warga negara Indonesia (WNI) yang berada di luar negeri ataupun di dalam negeri tertular virus corona. Informasi yang menyebut ada WNI yang terpapar corona adalah hoaks.

Menteri Kesehatan Letjen TNI (Purn) Terawan Agus Putranto dalam pernyataannya menegaskan tak ada penyebaran virus corona di Indonesia. Dan informasi tersebut merupakan berita bohong alias hoaks. Ditegaskannya, Indonesia, masih aman dari virus corona.

“Enggak ada yang suspect,” katanya di aula Pusat Jantung Terpadu (PJT) RSUP Wahidin Sudirohusodo, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu(26/1).

Terkait dengan soal kelelawar yang disebut-sebut sebagai mediator virus tersebut, Terawan juga mengatakan tidak benar. “Bukan itu. Kelelawar dan semacamnya, enggak ada,” kata dia.

Mengantisipasi masuknya virus Corona dari Wuhan, Cina itu, Menkes meminta semua unsur selalu siaga. Termasuk Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) baik di bandar udara maupun di bandar laut. “KKP jangan kendor untuk siaga satu kali 24 jam. Melihat, memantau kedatangan penumpang dan koordinasi terus dengan RS ,” katanya.

Selain itu, dia juga mengajak masyarakat untuk hidup sehat. Menurutnya menjaga kesehatan adalah hal utama agar tidak menularkan atau pun tertular virus yang menakutkan banyak orang. “Yang jelas, kewaspadaan tinggi dengan cara hidup sehat. Dengan hidup sehat anda semua akan mencegah terjadinya ketularan dan menularkan,” tandasnya.

Sementara dalam pesan tertulisnya, Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Cina Cabang Wuhan menyebutkan seluruh mahasiswa Indonesia yang berada di Wuhan tak ada yang terpapar virus corona. “Sehubungan dengan penyebaran virus corona misterius di Wuhan, Cina dan banyaknya informasi yang beredar, kami dari PPIT Wuhan mengabarkan bahwa tidak ada laporan WNI di Kota Wuhan yang terjangkit Virus Corona,” jelas pihak PPIT Wuhan yang diketuai Nur Mussyafak.

Pernyataan itu, juga menyebutkan semua mahasiswa rata-rata tinggal di asrama dan selalu dalam pantauan kampus. “Hampir seluruh kampus di Wuhan melakukan tindakan pencegahan dengan memberikan masker, sabun cair dan thermometer gratis kepada tiap mahasiswa,” jelas PPIT Wuhan.

PPIT Wuhan menyatakan bahwa mereka selalu berkoordinasi dengan KBRI Beijing, Direktorat Perlindungan WNI dan BHI. Selain itu bergabung dengan grup WeChat untuk mempermudah komunikasi dan konsultasi terkait kasus Virus Corona. “WNI di Wuhan dimonitor oleh KBRI Beijing tiap saat, KBRI meminta untuk tidak panik,” tegas pihak PPI Wuhan.

Saat ini (hingga 24 Januari, pukul 11.00 waktu Wuhan), jumlah mahasiwa dan WNI di Wuhan ada 93 orang.

Berdasarkan data yang dikeluarkan pemerintah Cina, Minggu (2/1) lebih dari 2.000 orang tertular virus corona baru. Sementara yang meninggal dunia akibat virus tersebut mencapai 56 orang di Cina. Sedangkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat 41 orang meninggal dunia.(rga/gw/fin)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.