Perpanjangan Runway Bandara Wiriadinata

Tasik-Yogyakarta Segera Dibuka

72

TASIK – Proyek perpanjangan  runway (landasan) di Bandara Wiriadinata Kota Tasikmalaya sudah di angka 90 persen. Penambahan landasan sekitar 200 meter dengan lebar 30 meter itu ditarget rampung akhir bulan ini.

Kepala Bandara Wiriadinata Tasikmalaya Masrukhin memastikan di penghujung tahun ini landasan yang semula sepanjang 1.400 meter akan menjadi 1.600 meter. Hal ini sesuai amanat Presiden RI Joko Widodo kala peresmian bandara pertama di Priangan Timur ini. “Sesuai amanat Presiden, untuk memperpanjang runway itu sampai 1600 meter di tahun ini. Progres perpanjangan sudah 90 persen, akhir bulan ini mungkin sudah selesai,” tuturnya kepada Radar, Selasa (18/9).

Dia menjelaskan dengan panjang landasan 1.600 meter, pengoperasian pesawat jenis ATR 72  akan terpenuhi dan lebih aman. Namun, tetap saja runway sepanjang 1.600 meter belum bisa digunakan bagi pesawat berukuran lebih besar. “Belum bisa dilalui pesawat lebih besar. Tetapi kemungkinan akan ada perpanjangan lagi di tahun-tahun mendatang,” jelasnya.

Selain perpanjangan runway, kegiatan pembangunan bandara pun terlihat di lokasi tersebut. Sebab, dalam waktu dekat bandara direncanakan memisahkan diri dari Lanud Wiriadinata. “Bandara nantinya akan berkantor sendiri. Tahun ini baru pembuatan taxy appron, terminal penumpang serta parkiran. Rencana tahun depan membangun perkantoran dan perlengkapan lain,” tuturnya.

Terpisah, Danlanud Wiriadinata Letkol PNB M Pandu Adi Subrata SH mengatakan pembangunan bandara sipil direncanakan diresmikan akhir tahun ini. “Bandara Wiriadinata ini statusnya enclave sipil. Dimana bandara sipil menumpang ke TNI AU. Nantinya, bandara sipil bila sudah selesai akan berlokasi di pertengahan  runway. Rencananya pembangunan tersebut diresmikan 24 Desember mendatang,” papar dia.

Dia menjelaskan tujuan pemisahan supaya aktivitas penerbangan sipil dan militer tidak saling mengganggu. Nantinya ada akses tersendiri bagi penumpang yang hendak mendatangi bandara. “Nanti ada akses sendiri menuju bandara, mungkin ada pembebasan dari terminal sipil ke daerah barat sekitar 500 meter,” jelasnya.

Selain itu, kata Pandu, jika sudah mandiri diharapkan adanya penambahan frekuensi penerbangan dari Bandara Wiriadinata. Mengingat, apabila bandara sudah mandiri akan diimbangi akselerasi pengadaan sarana penunjang supaya bandara berjalan dengan baik, nyaman dan lengkap. “Kemarin juga sudah ada lampu dari Mabes TNI AU, kemudian kementerian juga berencana membuka rute baru ke daerah terdekat seperti Yogyakarta,” pungkasnya.(igi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.