Tasikmalaya Jadi Wilayah Tanpa Kereta Api

463
0
MELINTAS. Kendaraan melintas di Perlintasan Kereta Api Jalan Ahmad Yani Kecamatan Tawang Senin (27/4). Selama larangan mudik, Tasikmalaya tidak akan dilintasi kereta api penumpang. RANGGA JATNIKA / RADAR TASIKMALAYA

TAWANG – Menyusul kebijakan pemerintah yang melarang mudik, PT KAI menghentikan operasional perjalanan dengan relasi jarak jauh.

Tasikmalaya menjadi salah satu wilayah tanpa kereta untuk sementara waktu.

Manajer Humas PT KAI Daop II Bandung Noxy Citrea menjelaskan pihaknya sudah membatalkan seluruh perjalanan kereta jarak jauh sejak 23 April 2020.

Hal itu sebagai dukungan kebijakan pemerintah pusat untuk mencegah penyebaran virus corona. “Ini merupakan tindak lanjut keputusan pemerintah atas larangan mudik,” ungkapnya saat dikonfirmasi Radar, Senin (27/4).

Baca juga : Alhamdulillah.. 7 Pasien Covid-19 di Kota Tasik Sembuh, 4 Isolasi Mandiri di Rumah

Dalam sebulan terakhir, PT KAI Daop II sudah membatalkan 62 perjalanan kereta. Hal itu dilakukan bertahap sejak 23 Maret sampai 23 April 2020.

Itu sehubungan dengan wabah Covid-19. “Daop 2 telah membatalkan sebanyak 62 perjalanan KA dengan rincian 36 KA jarak jauh dan 26 KA lokal,” katanya.

Adapun kereta yang masih beroperasi, kata dia, hanya dengan relasi jarak dekat saja. Ada 28 perjalanan kereta lokal yang masih beroperasi di seputaran Bandung, Purwakarta, Padalarang, Kiaracondong, Cibatu dan Cicalengka.

Untuk penumpang yang sudah memesan tiket kereta, pihaknya akan melakukan pengembalian 100 persen dari biaya. Untuk pembatalan tiket via online, PT KAI akan mengembalikan bea via transfer paling lambat 45 hari dari jadwal keberangkatan.

“Adapun pembatalan di loket stasiun juga bisa dilakukan maksimal 30 hari setelah jadwal keberangkatan, uang akan diganti secara tunai,” terangnya.

Penghentian operasional kereta ini, kata Noxy, akan terus dievaluasi menyesuaikan dengan situasi di lapangan.

Pihaknya pun memohon maaf kepada seluruh konsumen yang harus menunda atau membatalkan perjalanannya. “Hal ini bertujuan untuk menghentikan penyebaran Covid-19,” katanya.

Baca juga : Ribuan Awak Angkutan Dirumahkan, Perusahaan Bus di Kota Tasik Rugi Puluhan Miliar

Terpisah, Kepala Stasiun Tasikmalaya Saeful Mukmin menjelaskan bahwa dengan kebijakan tersebut, jalur rel kereta api di wilayah Tasikmalaya sementara tidak dilalui kereta penumpang.

Adapun yang memungkinkan melintas hanya kereta barang saja. “Kalau kereta barang kan tidak dilarang,” terangnya.

Di Stasiun Tasikmalaya, pihaknya masih tetap bekerja untuk melakukan perawatan dan pengawasan situasi, sehingga dia dan rekan-rekannya tidak sampai melakukan work form home (WFH). “Kita tetap beroperasi hanya saja tanpa pelayanan angkutan kereta,” ujarnya. (rga)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.