TCM untuk Corona di Kota Banjar Belum Dipake, Ini Alasannya..

720
1
drg Eka Lina Liandari Direktur RSUD Banjar
drg Eka Lina Liandari Direktur RSUD Banjar

BANJAR – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Banjar masih menunggu keputusan gubernur Jawa Barat untuk mengoperasikan Tes Cepat Molekuler (TCM) di ruang laboratorium rumah sakit. TCM digunakan untuk mengetahui atau mengidentifikasi seseorang terkena virus corona (Covid-19).

Direktur RSUD Banjar drg Eka Lina Liandari mengatakan seluruh peralatan sudah disiapkan, tinggal menunggu reagen bantuan dari pemerintah pusat datang. Namun sebelum reagen dikirim, RSUD harus terlebih dahulu mengantongi surat keputusan dari gubernur sebagai laboratorium rujukan Covid-19 yang bisa melaksanakan TCM.

“Kami masih menunggu keputusan dari gubernur sebagai laboratorium rujukan, sama seperti rumah sakit rujukan Covid-19 dulu. Bila ini (keputusan gubernur, Red) sudah diterima, maka akan ada pengiriman reagen dari pusat untuk bantuannya, ini yang nggak jelas kapan,” ungkap drg Eka Selasa (21/7).

Baca juga : Pasarkan Produk UMKM Kota Banjar ke Hotel & RM

Kata dia, untuk legal formal pelaksanaan TCM di RSUD Banjar sudah diajukan oleh Labkesda Provinsi dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat ke Pemerintah Pusat. Semua proses untuk segera dioperasikan TCM sudah dilakukan.

“Diajukan mah sudah oleh Labkesda dan Dinkes provinsi ke pusat untuk RSU Banjar. Semua proses sudah dijalani, hanya legal formalnya aja yang belum jelas. Kemarin pengajuan untuk cartridge-nya dulu ke pusat oleh Dinkes provinsi, sekarang sedang menunggu itu. Belum ada jawaban dari pusatnya,” kata dia.

Soal TCM, ia menjelaskan akurasinya sama dengan swab test atau polymerase chain reaction (PCR) yang biasa digunakan oleh Laboratorium Kesehatan Daerah Provinsi Jawa Barat untuk mendeteksi keberadaan material genetik virus corona.

“Tes Cepat Molekuler (TCM) ini sebetulnya kita sudah punya alatnya, TCM ini digunakan untuk pemeriksaan tuberkulosis. Tapi sesuai rekomendasi dari Kementerian Kesehatan, bisa juga untuk pemeriksaan Covid-19,” katanya.

Ia menjelaskan TCM memerlukan berbagai perlengkapan alat pendukung dan beberapa prosedur yang harus ditemupuh untuk bisa digunakan sebagai alat pemeriksa virus corona terhadap lendir manusia. Namun pemeriksaan dengan sistem TCM terbatas.

Baca juga: 3 Pasien Corona Kota Banjar Diisolasi di Rumahnya Masing-Masing

Dalam sehari hanya bisa memeriksa sebanyak 24 sampel saja. Dalam pemeriksaan terhadap sampel lendir manusia, TCM juga memerlukan reagen. Yakni berupa cairan yang ditambahkan untuk melihat adanya reaksi kimia dalam mendiagnosis infeksi coronavirus.

“Kami sudah mengusulkan juga ke Kementerian Kesehatan untuk bantuan reagen. Karena dalam pemeriksaan dibutuhkan reagen. Mudah-mudahan kita tidak lama lagi bisa melakukan TCM, supaya pemeriksaan terhadap orang yang diduga terpapar Covid-19 lebih cepat keluar hasilnya,” katanya.

Selama ini, kata dia, sampel pemeriksaan dikirim ke Labkesda untuk diuji swab PCR. Waktu pemeriksaan hingga keluar hasilnya bisa mencapai waktu satu minggu. Sementara jika pihaknya sudah bisa melakukan TCM sendiri maksimal dalam waktu dua sampai tiga jam.

“Sehingga jika ada pasien yang masuk UGD bisa langsung dilakukan pemeriksaan TCM dan bisa dituggu hasilnya. Jika positif Covid-19 maka penanganann pasiennya langsung dimasukan ke ruang isolasi khusus, jadi tidak lama menunggu,” kata Eka. (cep)

Loading...
loading...

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.