Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

4.2%

20.4%

8.1%

67.2%

Teh Produk Kabupaten Tasik Jadi Unggulan

67
0
PENGHARGAAN. Kepala Disperpakan Drs Heri Sogiri MM (kiri) didampingi Kabid Perkebunan dan Holtikultura Nandang Heryana SHut MSi menunjukkan plakat dan piagam penghargaan dari Kementerian Pertanian (Kementan), Rabu (19/8). RADIKA ROBI RAMDANI / RADAR TASIKMALAYA

SINGAPARNA – Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (Disperpakan) Kabupaten Tasikmalaya mendapatkan penghargaan dari Kementerian Pertanian (Kementan) RI kategori Daerah Pengembangan Kawasan Perkebunan Komoditas Teh Terbaik Tahun 2020.

Penghargaan ini diberikan secara langsung oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo pada hari Senin 17 Agustus 2020 di Gedung Auditorium Kementan Jakarta, usai mengikuti upacara bendera secara virtual dalam peringatan Hari Kemerdekaan ke-75 Republik Indonesia dari Istana Negara.

Baca juga : Diduga Berupaya Kelabui Petugas, Minimarket di Mangkubumi Kota Tasik Disegel

Kepala Disperpakan Drs Heri Sogiri MM mengucapkan syukur diakhir pengabdiannya menjadi seorang ASN mendapatkan penghargaan dari Kementerian.

“Ini merupakan kado yang istimewa bagi Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dalam momentum HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-75,” ujarnya kepada Radar, Rabu (19/8).

Heri mengungkapkan, berkat kebersamaan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dan para petani yang bersungguh-sungguh dalam bekerja mengelola kawasan perkebunan komoditas teh melahirkan karya yang cukup membanggakan.

“Atas kebersamaan dengan para petani yang telah bersungguh-sungguh dalam bekerja mengelola perkebunan selama ini, akhirnya membuahkan hasil. Ke depannya kita lebih tingkatkan lagi, khususnya mengembangkan komoditas teh,” ucapnya.

Kabid Perkebunan dan Holtikultura Nandang Heryana SHut MSi menyebutkan, secara global perkebunan di Kabupaten Tasikmalaya selalu eksis dalam banyak kegiatan dan cukup intens terhadap beberapa komoditas.

“Kurang lebih terdapat 27 komoditas yang ada saat ini, salah satunya komoditas teh. Setiap tahunnya kami selalu eksis dalam kegiatan perkebunan. Alhamdulillah ini hasil dari apa yang telah ditanam yang pada akhirnya mendapatkan penghargaan,” ungkapnya.

Bagi skala nasional, kata Nandang, di Kabupaten Tasikmalaya ada komoditas teh, kelapa dan cengkeh. Karena dari nasionla meminta komoditas teh, jadi salah satu penghargaan yang didapatkan sekaligus nominasinya adalah teh.

Sejauh ini, sesuai instruksi dari kepala dinas bahwa jangan sampai teh itu menggunakan pupuk kimia melainkan menggunakan organik.

Sehingga saat ini terdapat teh organik yang dikembangkan oleh para petani di Desa Cipicung dan Desa Cikuya Kecamatan Culamega yang luasnya mencapai 15 hektare.

“Mereka mendapatkan bantuan dana alokasi umum (DAU) dan Bantuan Provinsi Jawa Barat. Diharapkan ke depannya dengan adanya teh organik ini dapat mendongkrak harga jual. Pasalnya saat ini harga jual teh hanya sebesar Rp 2.000. Dengan adanya teh organik mudah-mudahan harganya bisa lebih tinggi,” harapnya.

Baca juga : Ketika Para Veteran Diajak Bernostalgia Keliling Kota Tasik

Nandang menambahkan, untuk luas tanaman teh yang ada di Kabupaten Tasikmalaya ini mencapai 9.000 hektare tersebar di beberapa kecamatan, di antaranya di Kecamatan Bojonggambir, Cigalontang, Culamega, Karangnunggal, Puspahiang, Salawu, Sodonghilir dan yang paling terbesar adalah di Taraju.

“Sebetulnya perkebunan di Jawa Barat itu didominasi oleh Kabupaten Tasikmalaya. Khususnya untuk komoditas teh, dalam satu tahunnya menghasilkan 11.364 ton,” kata Nandang menambahkan. (obi/adv)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.