Tekan DBD, Gratis Fogging di Seluruh Wilayah Kota Tasik

121
0

KOTA TASIK – Guna tekan DBD di seluruh wilayah Kota Tasik, Pemkot Tasikmalaya melaksanakan fogging (pengasapan) gratis, yang sebelumnya setiap satu rumah harus mengeluarkan Rp10 ribu, sesuai regulasi yang ada.

Pengasapan ini adalah sebagai salah satu langkah mengantisipasi menjamurnya kasus DBD.

Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman mengatakan, saat ini Kota Tasik sudah masuk status Siaga Satu Demam Berdarag Dengue (DBD).

Bahkan sejak Januari hingga akhir Juni sudah mencapai 756 kasus dengan kematian 16 orang. Dimana 11 diantaranya anak-anak.

“Labih tinggi dari tahun sebelumnya yang hanya 672 kasus. Makanya di juli ini harus turun angka kasusnya serta tak ada lagi kematian,” ujarnya usai pertemuan dengan para dokter puskesmas, rumah sakit, klinik dan praktik swasta di Grand Metro Hotel, Kamis (02/07) siang.


Terang Budi, pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) sengaja mengundang para dokter ini setelah pagi hari di Balekota pihaknya juga mengundang para camat dan lurah agar penanganan DBD lebih masif lagi.

“Evaluasi kita, ada 6 puskesmas dengan 2 orang pasien DBD meninggal. Kita evaluasi studi kasusnya seperti apa dan jangan sampai ada keterlambatan penanganan,” terangnya.

“Kita punya si Cetar 119, gratis itu. Agar masyarakat cepat ditangani jika ada DBD lagi. Prinsipnya DBD kan bisa ditangani tapi jika telat ya berbahaya. Saya lebih fokus kepada penanganan kedaruratannya,” sambungnya.

Sedangkan terkait fogging gratis untuk teknisnya yakni masyarakat melaporkan ke lurah dan camat dan selanjutnya disampaikan ke Dinkes.

“Karena saat ini kondisinya darurat, harus betul-betul cepat tertangani,” tegasnya.

Kepala Dinkes (Kadinkes), Uus Supangat menuturkan, pihaknya dalam pertemuan itu menitipkan 3T, 3P, dan 3M.

3T itu adalah Temukan kasusnya, Tes DBD yang difasilitasi pemerintah di puskesmas, dan Treatment DBD.

Sedangkan 3P adalah Penyuluhan, Pencatatan pelaporan berjenjang, Pemberantasan.

“Lalu, 3M adalah mengkampanyekan secara masif Menguras, Mengubur dan Menutup barang bekas, genangan air, serta sumber lainnya yang jadi sarang nyamuk Aedes Aegypti. Kita berharap bisa diturunkan secara signifikan. Makanya penguatan ini harus kita lakukan secara maksimal,” pungkasnya.

(rezza rizaldi)

Berita terkait : Kasus DBD Kota Tasik Tertinggi di Jabar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.