Siapa Calon bupati Tasikmalaya pilihan anda?
18%

82%

Tekan Donor Darah Bayaran

183
0

BANJAR – Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Banjar gencar melakukan donor darah kepada sukarelawan di lingkungan pemerintahan, lembaga dan instansi terkait. Selain untuk memenuhi kebutuhan darah, langkah itu juga dilakukan untuk menekan donor bayaran di Kota Banjar.

Direktur UTD PMI Banjar dr Tresna mengatakan kebutuhan darah setiap bulannya mencapai 1.100 sampai 1.300 kantong labu darah. Untuk memenuhi kebutuhan itu, pihaknya melakukan dropping dari daerah lain. “Selain memenuhi Banjar juga daerah sekitarnya, seperti Ciamis dan Cilacap,” ungkapnya.

Kata dia, kebutuhan darah di Kota Banjar sendiri sebanyak 400-600 kantong labu setiap bulannya. Hal itu cukup dari pemasukkan setiap kali melakukan kegiatan donor darah. “Berdasarkan perhitungan UTD pusat, 2 persen pendonor dari jumlah penduduk itu dinyatakan cukup memenuhi kebutuhan darah. Alhamdulillah di Banjar hampir mencapai 2 persen,” katanya.

Menurut dia, selain untuk memenuhi kebutuhan darah, dropping juga dilakukan untuk memutus mata rantai donor darah bayaran. “Sejauh ini memang belum ada (donor bayaran, Red), tapi tidak menuntup kemungkinan jika ada pasien membutuhkan darah sementara di UTD kosong,” ujarnya Selasa (27/2).

Kata dia, upaya menekan donor darah bayaran itu dilakukan karena donor bayaran bisa merugikan pasien. Sebab, bila pasien menggunakan jasa donor bayaran, bebannya akan berlipat-lipat. Selain membayar biaya pendonor bayaran, pasien juga harus membayar tes darah dan lainnya. “Untuk menggenjot kebutuhan darah di UTD PMI Banjar, kita terus melakukan kegiatan donor darah ke sekolah-sekolah,” katanya. (nto)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.