Tekan Inflasi Daging Ayam Usai Lebaran, Pemkab Pangandaran Siapkan 34.000 Ekor

86
0

PANGANDARAN – 34.000 ekor ayam sudah disiapkan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Pangandaran untuk antisipasi kelangkaan daging ayam pasca lebaran.

Sehingga dapat menekan kenaikan harga daging ayam dan mengurangi inflasi di Kabupaten Pangandaran.

Baca juga : Jelang Lebaran di Pangandaran, Daging Ayam & Gula Pasir Langka, Harga Naik

Karena program tersebut merupakan stimulan dari Pemda mengadakan kredit usaha rakyat (KUR) dengan bebas bunga untuk pengusaha peternak ayam broiler mandiri.

Sehingga mampu meningkatkan ekonomi bagi usaha mikro kecil dan menengah di tengah pandemi Covid-19.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran, Ghaniy Fahmi Basyah S Hut MM mewakili Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran Sutriaman A Pi menjelaskan perihal tersebut.

Pemda dalam rangka meningkatkan produktivitas daging ayam di Kabupaten Pangandaran, dengan memberikan 34 peternak ayam broiler mandiri mengikuti kredit usaha rakyat (KUR) dengan bebas bunga dan pemberian subsidi selama wabah virus Corona berlangsung.

Dari 34 peternak ayam broiler tersebut mendapatkan KUR senilai Rp25, 5 juta untuk mengisi 1.000 DOC, pakan selama sebulan, vitamin, dan lainnya.

Semua itu, tujuannya agar dapat menyediakan daging ayam untuk mengantisipasi kenaikan harga sehingga dapat menjaga daya beli masyarakat saat pandemi Covid-19.

” Sekarang dari Pemda menyiapkan sejumlah 34.000 ekor ayam ras pedaging dan sudah masuk Minggu ketiga dengan rata-rata bobot ayam 932 gram/0.93 ons. Maka kita perkirakan panen optimal pasca lebaran H+4,” katanya kepada Radar, Jumat (22/5).

Sambung Ghaniy, masuk ke Minggu ketiga, bobot ayan capai 932 gram bahkan sampai 1,2 kilogram (kg).

Hal ini merupakan perkembangan yang baik selama Minggu ketiga, dari potensi peternak ayam broiler mandiri yang mendapatkan KUR sebanyak 34 orang tersebut.

” Ayam ras pedaging masuk Chick in (DOC, Red) pada Jumat (1/5) sehingga sampai saat ini usia baru 20 hari. Selain itu angka kematian masih standar karena di bawah 1,2 persen,” ujarnya.

Baca juga : Guru Ngaji, Marbot Masjid & Guru Madrasah Terima Sembako dari Kemenag Pangandaran

Ketika program ini berhasil, pihaknya berharap mampu menggerakkan perekonomian di sektor peternakan Kabupaten Pangandaran yang sempat anjlok ketika mewabahnya virus Corona.

“Semoga program ini membantu para peternak ayam broiler mandiri untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan daging ayam dan menggerakkan ekonominya agar terus berjalan,” katanya.

(FATKHUR RIZQI)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.