Tekan Penyebaran Covid-19 di Garut, Operasi Yustisi Digencarkan

23
0
Istimewa OPERASI YUSTISI. Petugas saat melaksanakan operasi yustisi. Operasi semakin digencarkan untuk menekan penyebaran kasus Covid-19.
Loading...

TAROGONG KIDUL – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut terus meningkatkan operasi yustisi selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).Peningkatan operasi yustisi sebagai upaya menekan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Garut.

“Sekarang kasus Covid-19 di Garut terus meningkat. Jadi operasi yustisi kita tingkatkan untuk menekan itu,” ujar Wakil Ketua Satgas Penanganan Covid-19 yang juga Komandan Kodim 0611 GarutLetkolCzi Deni Iskandarkepada wartawan, Minggu (31/1).

Selain operasi yustisi, pihaknya juga terus melaksanakan operasi penegakkan disiplin penerapan protokol kesehatan (prokes).”Tentu giat operasi pendisiplinan dengan cara humanis, tapi penegakkan pendisiplin juga harus dilakukan,” katanya.

Baca juga : Warga Desa Simpang Garut Butuh Perbaikan Jembatan Rawayan

Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan pengurus masjid di seluruh Kabupaten Garut untuk ikut menyosialisasikan terkait penerapan prokes. Nantinya, masjid-masjid di Kabupaten Garut akan memberikan imbauan kepada masyarakat mengenai penerapan prokes melalui pengeras suara minimal lima kali sehari.

loading...

Selain itu, pihaknya juga akan terus melakukan edukasi kepada masyarakat melalui sebaran pamflet dan media sosial. “Kita juga akan mengunakan komunitas masyarakat serta gunakan media lain untuk melakukan edukasi,” terangnya.

Terkait pelaksanaan vaksinasi, Deni telah meminta aparat di lapangan seperti Babinsa, Babinkamtibmas dan Satpol PP melakukan pendampingan sosialisasi kepada masyarakat. Sosialisasi akan dilakukan dari rumah ke rumah (doortodoor) kepada masyarakat dalam rangka mendukung pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Garut.

Kepatuhan Prokes Rendah
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten GarutHendra S Gumilar mengatakanberdasarkan hasil evaluasi Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Jawa Barat (Jabar) selama 11-24 Januari, tingkat kepatuhan protokol kesehatan (prokes) di Kabupaten Garut masih rendah dibanding daerah lain.

Baik kepatuhan memakai masker maupun menjaga jarak, Kabupaten Garut menempati urutan tiga terbawah di antara 27 kabupaten/kota di Jabar.

Di sisi lain, Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut terus melakukan penindakan kepada warga yang tertangkap tangan melanggar prokes.

“Di tempat transportasi dan terminal dengan target sasaran wilayah Kecamatan Samarang terdapat 16 pelanggaran prokes dari total jumlah orang yang melintas sebanyak 958 orang,” katanya.

Ia mengatakan operasi yustisi pada Jumat dilakukan menyebar ke sejumlah tempat seperti jalanan, terminal, pasar tradisional dan modern, perkantoran, tempat hiburan, rumah makan, kafe serta tempat wisata. Selain itu, petugas gabungan juga melakukan operasi di pondok pesantren.

Hendra menyebutkan, lokasi perkantoran maupun hotel yang didatangi petugas tidak terdapat pelanggaran prokes. Namun, di pasar masih banyak warga yang kedapatan tak memakai masker. (yna)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.