Telur Penyumbang Inflasi di Kota Tasik

61
0
MENATA. Karyawan salah satu toko Sembako di Pasar Cikurubuk sedang memilih telur ayam ras, Jumat (8/1).

MANGKUBUMI – Pada akhir tahun 2020, tekanan inflasi di Kota Tasikmalaya utamanya dari kelompok kebutuhan bahan pokok, satu diantaranya telur ayam ras.

Pedagang Sembako di Pasar Cikurubuk Kecamatan Mangkubumi, Hj Enung menyampaikan harga telur ayam ras akhir tahun 2020 terus naik.

“Harga telur akhir tahun 2020 bergerak naik hingga Rp 26.000 perkilogram. Namun sekarang (8 Januari 2021, Red) sudah kembali diharga Rp 24.000/kg,” katanya kepada Radar, Jumat (8/1).

Kondisi tersebut, sambung Enung, sudah lumrah terjadi menjelang libur panjang di akhir tahun. “ Naiknya telur ayam ini rutin setiap tahunnya naik seperti ini,” ujarnya.

Sedangkan, untuk harga pangan yang menunjukkan stabil adalah beras. “Akhir hingga awal tahun harga beras stabil yaitu Rp 10.000/kg,” katanya.

Baca juga : Harga Cabai di Kota Tasik Mulai Naik

Sementara itu, awal Januari 2021 yang sedang merangkak naik yaitu jenis sayuran. “ Utamanya cabai dari akhir tahun 2020 Rp 45.000/kg, sekarang awal tahun 2021 bisa Rp 70.000/kg,” ujarnya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Tasikmalaya Darjana melaporkan Desember 2020, Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Tasikmalaya mengalami inflasi 0,26% (mtm).

Itu sedikit lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 0,27% (mtm) dan merupakan yang terendah di Jawa Barat.

“ Dengan perkembangan tersebut, inflasi keseluruhan tahun 2020 adalah 1,61% (yoy), lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 1,72% (yoy) maupun rata-rata 3 tahun terakhir sebesar 2,63% (yoy). Itu sebagai dampak dari penurunan konsumsi masyarakat secara umum akibat Covid-19,” katanya dalam siaran pers, Senin (4/1).

Sambung Darjana, dengan kondisi nasional pada Desember 2020, tekanan inflasi di Kota Tasikmalaya terutama berasal dari kelompok bahan makanan. Kenaikan itu didorong kenaikan permintaan pada akhir tahun sementara pasokan terbatas akibat curah hujan tinggi.

“ Produktivitas ternak menurun saat musim hujan. Jadi Telur ayam ras masih menjadi penyumbang utama inflasi,” ujarnya.

Sementara itu, sesuai dengan pola historisnya telur ayam ini dalam 5 tahun terakhir mengalami kenaikan harga pada akhir tahun. Karena peningkatan permintaan untuk bansos dan konsumsi rumah tangga.

“ Harga telur ayam ras pada akhir Desember tercatat pada kisaran Rp25.000/kg, atau mengalami inflasi 10,77% (mtm),” katanya.

Selain itu, kenaikan harga juga terjadi pada cabai rawit, tomat, daging ayam ras, dan wortel. Di sisi lain, terjadi penurunan harga pada daun bawang dan bawang merah didukung pasokan dari Jawa Timur yang mulai stabil.

“ Di sisi lain, harga beras, jeruk, buncis, bawang merah, dan bawang putih terpantau menurun dibandingkan tahun sebelumnya,” ujarnya.

Di luar bahan makanan, lanjut Darjana, penurunan harga terutama terjadi pada emas perhiasan. Adapun secara tahunan, penyumbang kenaikan harga tertinggi sepanjang tahun 2020 adalah emas perhiasan yang mengalami inflasi 28,87% (yoy).

“ Seiring dengan tren kenaikan harga emas dunia akibat ketidakpastian pasar keuangan global yang terutama melonjak pada Agustus 2020,” katanya.

Lalu, untuk penyumbang utama inflasi selanjutnya adalah rokok kretek filter sebagai dampak dari penetapan kenaikan tarif cukai rokok sebesar 23% atau kenaikan harga eceran sebesar 35% pada awal 2020 lalu.

Ke depan, inflasi tahun 2021 diprediksikan lebih tinggi, karena didorong kenaikan konsumsi masyarakat seiring dengan perbaikan kondisi ekonomi. Maka memasuki awal tahun ini untuk kenaikan harga terpantau terjadi pada emas perhiasan, kedelai, dan cabai rawit.

“Secara historis, tekanan inflasi pada bulan Januari umumnya berasal dari beras, tomat, cabai rawit, cabai merah, serta daging dan telur ayam ras,” tuturnya.

Sedangkan untuk komoditas administered prices, pemerintah telah menetapkan kenaikan tarif iuran BPJS Kesehatan, bea materai, dan cukai rokok sebesar 12,5%.

“ Selain itu, risiko kenaikan harga juga diperkirakan berasal dari minyak kelapa sawit sebagai implikasi dari kenaikan permintaan. Itu sejalan dengan pemulihan aktivitas ekonomi global,” katanya. (riz/rls)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.